Analis: Harga Emas Bisa Terjatuh
Digtara.com | JAKARTA – Saat ini pelaku pasar tengah menanti keputusan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneternya.
Baca Juga:
Memasuki fase konsolidasi, harga emas cenderung turun bila The Fed menurunkan suku bunga acuan.
Sinyal The Fed untuk memangkas suku bunga acuannya akhir Juli 2019 semakin jelas, meskipun data ekonomi Negeri Paman Sam cenderung positif.
“Hal ini (konsilidasi) bisa berlaku minimal 1-3 bulan dan sudah berjalan memasuki minggu kelima atau sudah lebih dari satu bulan,” kata President Commissioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo.
Dia menegaskan, jika The Fed bisa menahan atau menangguhkan penurunan suku bunga acuan AS bulan ini, harga emas berpotensi naik kembali. Mengingat, saat ini harga logam mulia khususnya emas masih berkonsolidasi di atas level US$ 1.400 per ons troi.
“Ada kemungkinan koreksi ke bawah pada high multi tahun di level US$ 1.360 per ons troi, dengan potensi buy untuk jangka panjang. Jika kenaikan FFR ditunda, emas akan bouncing ke level US$ 1.400 per ons troi, US$ 1.500 per ons troi,” jelas Sutopo.
Secara teknikal, indikasi teknis, tren harga logam mulai berada di atas EMA 200, Indikasi RSI memasuki fase Overbought.
Cek Harga Emas UBS dan ANTAM di Pegadaian Hari Ini Selasa 5 Mei 2026
Daftar Harga Emas UBS dan ANTAM di Gerai Pegadaian Hari Ini Senin 4 Mei 2026
Cek Harga Emas UBS dan ANTAM di Pegadaian Hari Ini Minggu 3 Mei 2026
ANTAM dan UBS Naik Lagi, Cek Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Sabtu 2 Mei 2026
Kompak Naik! Cek Harga Emas ANTAM dan UBS di Pegadaian Hari Ini Jumat 1 Mei 2026