Analis: Pernyataan The Fed Buat Rupiah Loyo
Digtara,com | JAKARTA – Pernyataan pejabat Federal Reserve menekan nilai tukar rupiah. Kemarin, rupiah spot melemah 0,04% ke Rp 13.943 per dollar Amerika Serikat (AS). Serupa, kurs tengah rupiah di Bank Indonesia turun 0,36% menjadi Rp 13.963 per dollar AS.
Baca Juga:
Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, pernyataan Gubernur The Fed St Louis James Bullard bahwa penurunan suku bunga AS hanya sebanyak 25 basis poin (bps) sudah cukup membuat rupiah loyo.
“Awalnya, pelaku pasar mengekspektasikan The Fed akan memangkas suku bunga 50 bps. Dengan komentar Bullard, optimisme pelaku pasar memudar,” jelas dia, Senin (22/7).
Analis Asia Trade Point Futures Deddy Yusuf Siregar menambahkan, perkembangan kondisi global masih akan mendominasi pergerakan rupiah hari ini. “Di tengah minimnya sentimen domestik, respons para pelaku pasar terhadap kondisi global terkini akan menentukan arah rupiah,” tegas dia.
Karena itu, Deddy memperkirakan, rupiah bergerak di kisaran Rp 13.910–Rp 13.980 per dollar AS. Sedangkan Josua menebak, mata uang Garuda akan berada dalam rentang Rp 13.900–Rp 14.000 per dollar AS.
Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Jumat 14 Agustus 2026
Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini 13 Agustus 2026
Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini 12 Agustus 2026, Simak Saham Pilihan Analis
Rekomendasi Saham dan Prediksi IHSG Hari Ini 11 Agustus 2026
Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini 10 Agustus 2026