Rupiah di Pasar Spot Melemah 0,12%
Digtara.com | JAKARTA – Awal pekan ini, kurs mata uang Garuda alami penurunan tipis pada Senin (22/7) pukul 8.07 WIB. Kurs rupiah di pasar spot melemah 0,12% ke Rp 13.955 per dollar Amerika Serikat (AS).
Baca Juga:
Dalam sepekan terakhir, rupiah pun tercatat melemah 0,24% dari posisi Rp 13.920 per dollar AS. Tapi, rupiah terus bertahan di bawah level Rp 14.000 per dollar AS dalam tujuh hari perdagangan terakhir.
Berdasarkan data posisi terkuat rupiah tahun ini berada di Rp 13.920 per dollar AS yang tercapai pada 6 Februari dan kembali menyentuh level tersebut pada Senin pekan lalu.
Posisi terlemah rupiah tahun ini berada di Rp 14.525 per dollar AS yang terjadi pada 22 Mei. Sedangkan nilai tukar rupiah rata-rata sejak awal tahun sebesar Rp 14.176 per dollar AS.
Pelemahan rupiah pagi ini beriringan dengan pelemahan mayoritas mata uang Asia. Pagi ini, hanya dollar Hong Kong dan yuan offshore yang menguat terhadap the greenback.
Sedangkan pelemahan terbesar tampak pada mata uang won yang melemah 0,29%, diikuti yen dan dollar Taiwan. Mata uang won melemah karena adanya laporan penurunan ekspor sebesar 13,6% pada periode 1-20 Juli.
Data Bea Cukai Korea yang dikutip Reuters menunjukkan bahwa produk semikonduktor yang mengontribusi seperlima ekspor Korea, merosot 30,2%.[kontan]
Rupiah Diproyeksi Menguat Hari Ini, Bergerak di Kisaran Rp17.940–Rp17.990 per Dolar AS
Rupiah Masih Tertekan, Analis Prediksi BI Kembali Naikkan Suku Bunga
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik
Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS
Rupiah Diproyeksi Melemah, Pasar Menanti Hasil RDG BI dan Arah Kebijakan The Fed