Bursa Saham Asia Menghijau
Digtara.com | TOKYO – Setelah pejabat Federal Reserve menguatkan ekspektasi penurunan suku bunga AS akhir bulan ini. Bursa saham Asia menguat dan dollar Amerika Serikat (AS) merosot pada awal perdagangan Jumat (19/7).
Baca Juga:
Melansir Reuters, Gubernur Fed New York John Williams mengatakan pada hari Kamis (18/7), pembuat kebijakan perlu menambah stimulus lebih awal untuk menangani inflasi yang terlalu rendah ketika suku bunga mendekati nol dan tidak bisa menunggu bencana ekonomi terjadi.
Sementara Komentar oleh Williams ini memberi kepastian The Fed akan memilih untuk memotong suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada pertemuan kebijakan 30-31 Juli dan juga memicu harapan pengurangan lebih dalam 50 bps.
Wall Street dibuka turun dan akhirnya bergerak berlawan arah ke zona hijau berkat komentar dovish Williams tersebut. Saham Australia bertambah 0,4%, KOSPI Korea Selatan naik 0,8% dan Nikkei Jepang naik 1%. Sementara, indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,3%.
Di mana Indeks MSCI Asia Pasifik ini naik hanya 0,3% pada pekan ini, karena aset berisiko sebagian dibatasi oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengancam untuk mengenakan tarif lebih lanjut untuk produk impor China.
“Ekspektasi kebijakan Dovish Fed memang memberikan dukungan untuk pasar ekuitas, yang ditetapkan untuk rebound setelah menderita kerugian pada hari sebelumnya. Tetapi faktor-faktor seperti masalah perdagangan AS-China dan ketegangan atas Iran cenderung membatasi kenaikan pasar,” kata Masahiro Ichikawa, senior strategist di Sumitomo Mitsui DS Asset Management.
Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Jumat 14 Agustus 2026
Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini 13 Agustus 2026
Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini 12 Agustus 2026, Simak Saham Pilihan Analis
Rekomendasi Saham dan Prediksi IHSG Hari Ini 11 Agustus 2026
Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini 10 Agustus 2026