IHSG Diprediksi Melanjutkan Penurunan
Digtara.com | JAKARTA – Pada pekan depan diperkirakan IHSG masih melanjutkan penurunan karena sejumlah sentimen negatif bagi bursa. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,68% dibanding hari sebelumnya ke level 6.373,345 pada perdagangan Jumat (12/07).
Baca Juga:
Menurut analis Jasa Utama Capitas Sekuiritas, Chris Aprliony, hari ini Indeks IHSG dipengaruhi oleh isu pemangkasan suku bunga dan perang dagang AS-Tiongkok yang kembali memanas. Diperkirakan pula isu pemangkasan bunga masih akan menjadi sentimen yang mempengaruhi indeks hingga pekan depan.
Chris bahkan memprediksi Bi belum akan menurunkan suku bunga hingga bulan ini yang akan menjadi sentimen negatif bagi pergerakan IHSG.
“Menurut saya BI di tengah ketidakpastian fed rate memangkas suku bunga sebesar 50 basis point BI di bulan ini belum akan menurunkan BI rate.†Ujar Chris.
Dengan adanya sentimen negatif ini, Chris memproyeksikan IHSG pekan depan akan berada di level 6270-6390 .
Analis Bina Artha Sekuiritas, Muhammad Nafan Aji, juga melihat adanya potensi koreksi lanjutan bagi pergerakan IHSG pekan depan. Nafan memprediksikan IHSG pada hari Senin (15/7) akan berada di level 6.354-6.445.
Pada perdagangan Senin (15/7), Nafan merekomendasikan untuk melakukan aksi beli pada saham-saham emiten ADRO, GIAA, GMFI, IMAS dan PGAS. Sementara itu rekomendasi aksi sell on stregh direkomendasikan untuk saham emiten GJTL.
Sementara itu Chris merekomendasikan untuk mengakumulasikan saham BNIL, INCO dan BMTR untuk perdagangan saham pekan depan.[kontan]
IHSG Ditutup Menguat ke 6.971 pada 4 Mei 2026, Saham BBNI, BREN, dan TLKM Jadi Penopang
IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama
IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis
IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS
IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi