Data Manufaktur Buat Dolar AS Lesu
Digtara.com | NEW YORK – Data manufaktur yang lemah menunjukkan risiko penurunan ekonomi global membuat Kurs dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB)
Baca Juga:
Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,11% menjadi 96,7318 pada akhir perdagangan. Demikian seperti dikutip Antaranews, Jakarta, Rabu (3/7/2019).
Pada akhir perdagangan New York, euro meningkat menjadi 1,1290 dolar AS dari 1,1285 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,2602 dolar AS dari 1,2637 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,6987 dolar AS dari 0,6957 dolar AS.
Dolar AS dibeli 107,84 yen Jepang, lebih rendah dari 108,46 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9859 franc Swiss dari 0,9875 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3110 dolar Kanada dari 1,3140 dolar Kanada.
IHSG Ditutup Menguat ke 6.971 pada 4 Mei 2026, Saham BBNI, BREN, dan TLKM Jadi Penopang
IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama
IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis
IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS
IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi