Kamis, 05 Maret 2026

Selama Sebulan, Harga Minyak Menguat ke Level Tertinggi

- Rabu, 26 Juni 2019 01:39 WIB
Selama Sebulan, Harga Minyak Menguat ke Level Tertinggi

Digtara.com | JAKARTA – Hampir Sebulan terakhir harga minyak menguat ke level tertinggi. Pasar komoditas energi ini menunggu data stok minyak terbaru Amerika Serikat (AS) meski tensi Iran-AS masih menjadi sorotan utama.

Baca Juga:

Pada Rabu (26/6) pukul 7.20 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus 2019 di New York Mercantile Exchange berada di US$ 58,94 per barel, menguat 1,92% jika dibandingkan dengan harga kemarin pada US$ 57,83 per barel.

Ini adalah harga minyak WTI berjangka tertinggi sejak 30 Mei 2019. Dalam sepekan, harga minyak acuan AS ini menguat 9,21%.

Pergerakan serupa terjadi pada minyak brent. Harga minyak brent untuk pengiriman Agustus 2019 di ICE Futures berada di US$ 65,95 per barel, menguat 1,38% dalam sehari.

Harga minyak acuan internasional ini pun mencapai level tertinggi sejak 30 Mei 2019. Dalam sepekan, harga minyak brent menguat 6,68%.

American Petroleum Institute (API) melaporkan bahwa persediaan minyak mentah AS turun 7,55 juta barel pada sepekan lalu. Data Energy Information Administration (EIA) akan dirilis nanti malam. Menurut survei, data stok minyak EIA diperkirakan turun 2,8 juta barel pada pekan lalu.

“Harga minyak mungkin akan sulit mencari arah dalam beberapa hari ini karena ada faktor tarik-menarik antara bullish dan bearish,” kata Josh Graves, senior market strategist RJO Futures kepada Reuters.

Investor berharap ada kemajuan pada negosiasi dagang antara AS dan China pada pertemuan G20 pekan ini. “Pertemuan AS-China di sela G20 bisa menandakan pemulihan hubungan lebih lanjut, tapi pasar membutuhkan sesuatu yang bisa dipegang,” kata Gene McGillian, vice president of market research Tradition Energy.

Dalam siaran pers kemarin, API mengungkapkan bahwa jika AS menaikkan tarif impor atas US$ 300 produk dari China, maka konsumen sektor energi AS akan terkena dampak.

“Penerapan tarif atas seluruh sisa impor China akan menyebabkan ketegangan pada rantai pasokan industri gas dan minyak bumi yang memungkinkan pengiriman energi yang dapat diandalkan dan terjangkau bagi keluarga dan pebisnis AS,” ungkap Aaron Padilla, senior advisor for international policy API.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Komentar
Berita Terbaru