Rupiah Diproyeksi Menguat Hari Ini, Bergerak di Kisaran Rp17.940–Rp17.990 per Dolar AS
digtara.com - Nilai tukar rupiah diperkirakan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat, 26 Juni 2026, setelah berhasil ditutup menguat tipis pada sesi sebelumnya meski masih berada di dekat level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).
Baca Juga:
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan pergerakan rupiah masih dipengaruhi perkembangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya hubungan antara AS dan Iran.
Menurutnya, kesepakatan penghentian konflik yang dicapai pekan lalu telah membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Kondisi tersebut membuat pasokan minyak dunia kembali lancar sehingga harga minyak mentah mengalami penurunan signifikan.
Ia mencatat sekitar 20 juta barel minyak telah melewati Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir, sehingga tekanan terhadap harga energi global mulai mereda.
Meski demikian, pasar masih menaruh perhatian pada arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Federal Reserve dinilai masih berpotensi mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi karena adanya perbedaan pandangan di antara para pejabat bank sentral. Sebagian anggota masih memperkirakan kenaikan suku bunga hingga akhir 2026, sementara mayoritas lainnya memilih mempertahankan tingkat suku bunga saat ini.
Baca Juga:Selain kebijakan The Fed, pelaku pasar juga menunggu sejumlah data ekonomi penting AS, seperti Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (Core PCE), pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal I 2026, serta data klaim pengangguran mingguan.
Fundamental Domestik Masih Terjaga
Dari dalam negeri, Ibrahim menilai kondisi ekonomi Indonesia masih relatif kuat. Ketergantungan impor minyak dari kawasan Timur Tengah kini hanya sekitar 20 persen setelah pemerintah melakukan diversifikasi sumber pasokan ke sejumlah negara Afrika seperti Nigeria dan Gabon, serta memperkuat kerja sama dengan Amerika Serikat dan Venezuela.Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 tercatat mencapai 5,61 persen. Kondisi tersebut turut didukung cadangan devisa sebesar US$144,9 miliar hingga akhir Mei 2026, realisasi investasi Rp498,8 triliun sepanjang kuartal pertama, serta PMI Manufaktur yang masih berada di zona ekspansi di level 50.
Meski demikian, Ibrahim mengingatkan bahwa surplus neraca perdagangan Indonesia terus mengalami penyusutan meskipun masih mencatat surplus selama 72 bulan berturut-turut.
Proyeksi Rupiah
Dengan mempertimbangkan berbagai sentimen global dan domestik, Ibrahim memperkirakan rupiah masih berpeluang menguat pada perdagangan hari ini.
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini 12 Agustus 2026, Simak Prediksinya
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini 11 Agustus 2026, Diprediksi Menguat
Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini 10 Agustus 2026, Diprediksi Fluktuatif
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 7 Agustus 2026, Diprediksi Bergerak di Rp17.850-Rp17.950 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 6 Agustus 2026, Diprediksi Menguat ke Rp17.850 per Dolar AS