Jumat, 25 September 2026

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, Investor Tetap Waspadai Aksi Profit Taking

Arie - Rabu, 17 Juni 2026 09:45 WIB
IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, Investor Tetap Waspadai Aksi Profit Taking
net
Ilustrasi.

digtara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih memiliki peluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu, 17 Juni 2026, meskipun ruang kenaikannya dinilai terbatas.

Baca Juga:

Optimisme pasar didukung oleh membaiknya sentimen global setelah muncul kabar mengenai rencana kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran, yang turut mendorong penurunan harga minyak dunia.

Pada perdagangan sebelumnya, Senin (15/6/2026), IHSG ditutup menguat 4,12 persen ke level 6.254,97. Kenaikan tersebut menjadi salah satu penguatan harian terbesar dalam beberapa waktu terakhir, bahkan indeks sempat menyentuh level 6.345 selama sesi perdagangan.

Tim riset Phintraco Sekuritas menilai prospek IHSG dalam jangka pendek masih cukup positif. Secara teknikal, indeks berhasil ditutup di atas rata-rata pergerakan (moving average), yang mengindikasikan perubahan tren ke arah yang lebih konstruktif.

Selain itu, indikator MACD masih menunjukkan histogram positif yang terus meningkat, menandakan momentum penguatan pasar belum sepenuhnya berakhir.

Meski demikian, pelaku pasar tetap diingatkan untuk mewaspadai potensi aksi ambil untung setelah reli yang cukup signifikan dalam beberapa sesi terakhir.

Baca Juga:
"IHSG berpotensi bergerak dalam rentang 6.150 hingga 6.400 pada perdagangan berikutnya," tulis tim riset Phintraco Sekuritas dalam kajiannya.

Sentimen Global Jadi Pendorong Utama

Penguatan pasar saham domestik tidak lepas dari sentimen positif yang datang dari luar negeri. Investor merespons optimistis rencana penandatanganan kesepakatan damai antara AS dan Iran yang dijadwalkan berlangsung di Swiss pada 19 Juni 2026.

Harapan terciptanya stabilitas geopolitik di kawasan Timur Tengah turut meningkatkan keyakinan pasar terhadap normalisasi aktivitas perdagangan global, termasuk kelancaran jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.

Kondisi tersebut juga berdampak pada harga energi dunia. Harga minyak mentah mengalami koreksi cukup tajam, dengan West Texas Intermediate (WTI) turun lebih dari 4 persen ke sekitar 80 dolar AS per barel. Sementara itu, Brent melemah ke kisaran 83 dolar AS per barel.

Bagi Indonesia, penurunan harga minyak menjadi sentimen positif karena berpotensi menekan inflasi, mengurangi tekanan terhadap nilai tukar rupiah, serta membantu menjaga stabilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
IHSG Hari Ini 24 September 2026 Berpotensi Menguat, Simak Saham Pilihan MNC Sekuritas

IHSG Hari Ini 24 September 2026 Berpotensi Menguat, Simak Saham Pilihan MNC Sekuritas

IHSG Hari Ini Rabu 23 September 2026 Uji Level 6.208, Simak Saham Pilihan Analis

IHSG Hari Ini Rabu 23 September 2026 Uji Level 6.208, Simak Saham Pilihan Analis

IHSG Hari Ini 22 September 2026 Melemah 0,88 Persen, MBMA hingga EXCL Tertekan

IHSG Hari Ini 22 September 2026 Melemah 0,88 Persen, MBMA hingga EXCL Tertekan

IHSG Sepekan Turun 1,53 Persen, Tertekan Sinyal Suku Bunga The Fed

IHSG Sepekan Turun 1,53 Persen, Tertekan Sinyal Suku Bunga The Fed

IHSG Hari Ini Berpeluang Menguat ke 6.581, Saham ADMR hingga BMRI Jadi Radar Analis

IHSG Hari Ini Berpeluang Menguat ke 6.581, Saham ADMR hingga BMRI Jadi Radar Analis

IHSG Hari Ini Berpeluang Menguat ke 6.581, Simak Rekomendasi AMMN hingga PGEO

IHSG Hari Ini Berpeluang Menguat ke 6.581, Simak Rekomendasi AMMN hingga PGEO

Komentar
Berita Terbaru