IHSG Tergelincir di Awal Perdagangan
Digtara.com | JAKARTA – Awal perdagangan Senin (17/6/2019) pagi ini.Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir. Mengikuti jejak pasar regional di tengah kehati-hatian investor jelang pertemuan Federal Reserve.
Baca Juga:
Mengutip RTI, pukul 09.12 WIB, indeks turun tipis 0,06% ke level 6.245. Tercatat 97 saham turun, 152 saham naik, dan 127 saham stagnan. Total volume perdagangan capai 1,33 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 624 miliar.
Tujuh dari 10 indeks sektoral memerah. Sektor infrastruktur paling dalam penurunannya 0,56%. Sementara, sektor agrikultur yang memimpin penguatan 0,81%.
Di sisi lain, investor pagi ini mengambil posisi beli. Tercatat net buy asing sebesar Rp 16,885 miliar.
Saham-saham top losers LQ45 antara lain;
– PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 2,92% ke Rp 3.320
– PT Charoen Pokphand Tbk (CPIN) turun 2,77% ke Rp 4.570
Saham-saham top gainer LQ45 antara lain;
– PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) naik 3,08% ke Rp 7.525
– PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) naik 2,45% ke Rp 10.450
Pagi ini, saham Asia turun jelang pertemuan Federal Reserve pekan ini. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang dibuka sedikit lebih rendah, sementara rata-rata Nikkei Jepang tetap datar.
Asal tahu, Wall Street ditutup tergelincir pada hari Jumat (14/6). Sentimen pertemuan Federal Reserve dan melambatnya permintaan industri chip AS dan kekhawatiran perang dagang AS-China.
“Sepekan ke depan kemungkinan akan memberikan klarifikasi bagi investor di tiga bidang yang telah menjadi sumber ketidakpastian. Pertemuan FOMC, adalah pusat perhatian,” kata Marc Chandler, chief market strategist Bannockburn Global Forex dilansir dari Reuters.
IHSG Ditutup Melemah 0,98 Persen, MNC Sekuritas Rekomendasikan Empat Saham untuk Dicermati
IHSG Diproyeksi Menguat pada Perdagangan Senin, Analis Rekomendasikan Sejumlah Saham
IHSG Diproyeksi Bergerak di Kisaran 6.100–6.250, MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia
IHSG Berpotensi Volatil, Pasar Menanti Hasil Review MSCI
IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, Investor Tetap Waspadai Aksi Profit Taking