Minggu, 28 Juni 2026

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Selasa 3 Februari 2026 Melemah ke Rp16.798 per Dolar AS

Arie - Selasa, 03 Februari 2026 09:46 WIB
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Selasa 3 Februari 2026 Melemah ke Rp16.798 per Dolar AS
net
Ilustrasi.

digtara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini, Selasa 3 Februari 2026, diperkirakan bergerak fluktuatif namun cenderung melemah. Rupiah diproyeksikan berada di rentang Rp16.790 hingga Rp16.830 per dolar AS, seiring tekanan eksternal global dan rilis data inflasi domestik.

Baca Juga:

Mengacu pada data Bloomberg, rupiah tercatat melemah 12,50 poin atau 0,07 persen ke level Rp16.798 per dolar AS. Pada saat yang sama, indeks dolar AS menguat 0,14 persen ke posisi 97,12, mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven.

Pergerakan Mata Uang Asia

Di kawasan Asia, pergerakan mata uang utama berlangsung bervariasi. Yen Jepang terdepresiasi 0,10 persen, sementara won Korea Selatan melemah cukup dalam sebesar 0,98 persen.

Baca Juga:
Sebaliknya, beberapa mata uang Asia justru menguat. Rupee India naik 0,49 persen, sedangkan yuan China terapresiasi tipis 0,06 persen terhadap dolar AS.

Faktor Global Tekan Rupiah

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global dan faktor domestik, terutama meningkatnya inflasi di dalam negeri.

Salah satu perhatian utama pasar global tertuju pada penunjukan Kevin Warsh, yang dikenal kritis terhadap kebijakan pembelian aset oleh bank sentral. Meskipun Warsh dinilai sejalan dengan pandangan Presiden AS Donald Trump terkait pemangkasan suku bunga, arah kebijakan moneter jangka panjang diperkirakan tidak akan terlalu longgar.

"Warsh kemungkinan besar akan menekankan pelemahan pasar tenaga kerja sebagai risiko utama. Jika dikonfirmasi, ia berpotensi mendukung penurunan suku bunga lanjutan setelah masa jabatan Jerome Powell berakhir pada Mei mendatang," ujar Ibrahim dalam keterangan resminya, Senin (2/2/2026).

Geopolitik dan Sentimen Asia

Baca Juga:
Dari sisi geopolitik, ketegangan global menunjukkan tanda-tanda mereda setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan Iran mulai membuka ruang negosiasi. Sentimen ini sempat memberikan angin segar bagi pasar keuangan global.

Sementara itu di Asia, Yen Jepang masih bergejolak menyusul pernyataan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, yang menilai pelemahan mata uang dapat memberikan keuntungan bagi sektor ekspor.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rupiah Diproyeksi Menguat Hari Ini, Bergerak di Kisaran Rp17.940–Rp17.990 per Dolar AS

Rupiah Diproyeksi Menguat Hari Ini, Bergerak di Kisaran Rp17.940–Rp17.990 per Dolar AS

Rupiah Masih Tertekan, Analis Prediksi BI Kembali Naikkan Suku Bunga

Rupiah Masih Tertekan, Analis Prediksi BI Kembali Naikkan Suku Bunga

Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik

Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik

Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS

Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS

Rupiah Diproyeksi Melemah, Pasar Menanti Hasil RDG BI dan Arah Kebijakan The Fed

Rupiah Diproyeksi Melemah, Pasar Menanti Hasil RDG BI dan Arah Kebijakan The Fed

Rupiah Berpotensi Menguat pada Perdagangan 17 Juni 2026, Sentimen Perdamaian AS-Iran Jadi Pendorong

Rupiah Berpotensi Menguat pada Perdagangan 17 Juni 2026, Sentimen Perdamaian AS-Iran Jadi Pendorong

Komentar
Berita Terbaru