Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Kamis 15 Januari 2026
digtara.com -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan tren penguatan pada perdagangan hari ini, Kamis 15 Januari 2026. IHSG diperkirakan menguji area 9.077 hingga 9.100, seiring berlanjutnya minat beli investor dan dukungan sentimen teknikal.
Baca Juga:
"Posisi IHSG saat ini diperkirakan berada di awal wave iii dari wave (v) dari wave [iii], sehingga indeks masih berpeluang melanjutkan penguatan menuju area 9.077–9.100," tulis MNC Sekuritas dalam riset harian, Kamis (15/1/2026).
Level Support dan Resistance IHSG
Baca Juga:Untuk perdagangan hari ini, MNC Sekuritas memproyeksikan level support IHSG berada di area 8.908 hingga 8.852, sementara resistance berada pada kisaran 9.012 hingga 9.077.
Seiring dengan potensi penguatan tersebut, sejumlah saham direkomendasikan untuk dicermati oleh investor dengan strategi yang disesuaikan dengan profil risiko masing-masing.
Rekomendasi Saham Hari Ini
- PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN)
- PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS)
- PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO)
- PT Wismilak Intimakmur Tbk. (WIIM)
Baca Juga:Proyeksi IHSG Sepanjang 2026
Sementara itu, OCBC Sekuritas memproyeksikan IHSG pada tahun 2026 berada di level 9.500 untuk skenario dasar, dengan potensi menguat hingga 9.700 pada skenario optimistis.
Equity Research Analyst OCBC Sekuritas, Farell Nathanael, menilai sektor perbankan berpeluang menjadi salah satu pendorong utama penguatan pasar saham. Hal ini didukung oleh sinergi kebijakan antara Bank Indonesia dan pemerintah dalam mempercepat penyaluran kredit serta menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
Farell menilai tren penurunan suku bunga acuan berpotensi menekan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) perbankan akibat penurunan imbal hasil kredit. Namun, tekanan tersebut diperkirakan dapat diimbangi oleh penurunan cost of fund seiring membaiknya likuiditas.
Perbaikan likuiditas didukung oleh sejumlah faktor, antara lain injeksi likuiditas pemerintah, kebijakan moneter yang lebih longgar, serta penurunan imbal hasil obligasi pemerintah. Selain itu, insentif likuiditas makroprudensial dari Bank Indonesia diharapkan mampu mempercepat transmisi penurunan BI Rate ke suku bunga kredit.
Baca Juga:Dengan kondisi tersebut, saham-saham perbankan besar seperti PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) dinilai masih menawarkan imbal hasil yang kompetitif.
"Prospek sektor perbankan tetap menarik seiring valuasi yang relatif murah serta potensi dividen yang kompetitif, terutama dari bank-bank BUMN," ujar Farell kepada Bisnis, Rabu (14/1/2026).
Meski demikian, permintaan kredit masih relatif terbatas akibat sikap wait and see pelaku usaha, meningkatnya penggunaan pembiayaan internal korporasi, serta dampak penurunan suku bunga yang berlangsung bertahap.
Ke depan, OCBC Sekuritas memproyeksikan pertumbuhan kredit pada 2026 berada di kisaran 8% hingga 12%, didorong oleh pemulihan ekonomi, kebijakan fiskal yang lebih ekspansif, serta pelonggaran moneter yang lebih agresif.
Baca Juga:
Prospek Emiten Non-Perbankan
Selain sektor perbankan, Farell juga menilai prospek PT Astra International Tbk. (ASII) tetap positif. Kinerja emiten konglomerasi tersebut ditopang oleh pemulihan ekonomi domestik, posisi kepemimpinan pasar di segmen kendaraan roda dua dan roda empat, serta kontribusi solid dari bisnis kontraktor pertambangan dan penjualan alat berat.
Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Rabu 14 Januari 2026
Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Selasa 13 Januari 2026, Berpeluang Menguat
Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Senin 12 Januari 2026, Analis Waspadai Konsolidasi
Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Jumat 9 Januari 2026, Berpeluang Uji Level 9.000
Rekomendasi Saham Hari Ini 8 Januari 2026, IHSG Rawan Koreksi ke Area Support