IHSG Diramal Naik, Analis Rekomendasikan Saham ISAT, JPFA, MBMA hingga ASII
digtara.com -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan Kamis (4/12) setelah sebelumnya ditutup melemah tipis 0,06% ke level 8.611. Sejumlah analis memproyeksikan peluang kenaikan indeks dan merekomendasikan beberapa saham unggulan seperti PT Indosat Tbk (ISAT), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), hingga PT Astra International Tbk (ASII).
Baca Juga:
Ivan menyebut level support IHSG berada di 8.493, 8.361, 8.255, dan 8.163. Sementara level resistance di 8.703, 8.770, dan 8.866. Ia menambahkan indikator MACD menunjukkan momentum bullish yang masih kuat.
Support merupakan area harga yang menjadi batas bawah pergerakan saham sebelum berbalik naik, sedangkan resistance adalah batas tertinggi yang biasanya memicu aksi jual.
Baca Juga:Ivan merekomendasikan lima saham pilihan untuk perdagangan hari ini, yaitu:
- ISAT – tahan penjualan, target harga 2.490
- JPFA – beli di 2.450–2.600, target 2.960
- MBMA – beli di 505–525, target 625
- PGAS – ambil untung sebagian di 1.895
- PTBA – beli di 2.220–2.270, target 2.400
IHSG diproyeksi tetap bergerak di atas MA5 dan berpotensi menguji resistance di kisaran 8.650–8.670.
Sementara dari kawasan Euro, data penjualan ritel Oktober 2025 diperkirakan tumbuh 0.3% secara bulanan dan naik 1.1% secara tahunan.
Phintraco Sekuritas juga memberikan rekomendasi saham untuk dicermati, yaitu PT Astra International Tbk (ASII), PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).
Baca Juga:
IHSG Ditutup Melemah 0,98 Persen, MNC Sekuritas Rekomendasikan Empat Saham untuk Dicermati
IHSG Diproyeksi Menguat pada Perdagangan Senin, Analis Rekomendasikan Sejumlah Saham
IHSG Diproyeksi Bergerak di Kisaran 6.100–6.250, MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia
IHSG Berpotensi Volatil, Pasar Menanti Hasil Review MSCI
IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, Investor Tetap Waspadai Aksi Profit Taking