Sentimen Internal dan Eksternal Tekan Rupiah
Digtara.com | JAKARTA – Kemarin, kurs spot rupiah melemah 0,27% jadi Rp 14.280 per dollar Amerika Serikat. Tekanan dari eksternal dan internal membuat mata uang Garuda loyo di mana Kurs tengah rupiah di Bank Indonesia juga melorot 0,25% ke Rp 14.270 per dollar AS.
Baca Juga:
Analis Monex Investindo Futures Faisyal mengatakan, ancaman Presiden AS Donald Trump untuk kembali menaikkan tarif produk impor asal China membuat perang dagang kian membara. Selain itu, kekhawatiran Brexit juga membuat mata uang emerging market keok.
Targetkan pertumbuhan ekonomi 5,6% 2020, Indonesia butuh investasi Rp 5.800 triliun
Ekonom Bank Permata Josua Pardede menambahkan, rilis data cadangan devisa yang anjlok US$ 4 miliar di Mei juga menekan rupiah. Selain itu, ia menilai rupiah melemah karena pelaku pasar bersikap wait and see terkait data tenaga kerja AS.
Untungnya, tekanan pada rupiah tak terlalu dalam. “Karena tertahan efek kenaikan peringkat utang Indonesia dari S&P,” kata Josua. Ia memprediksi, mata uang Garuda hari ini bergerak di kisaran Rp 14.225–Rp 14.325 per dollar AS.
Sedang Faisyal menghitung, kurs rupiah akan bergerak dalam rentang Rp 14.210–Rp 14.330 per dollar AS hari ini.[kontan]
IHSG Hari Ini 16 Maret 2026 Berpotensi Koreksi, Simak Rekomendasi Saham ADMR, PTRO, TAPG
IHSG Diproyeksi Melemah 12 Maret 2026, Analis Rekomendasikan Saham BMRI, UNVR hingga BSDE
IHSG Hari Ini 11 Maret 2026 Menguat ke 7.440, Ini Rekomendasi Saham LSIP, BBCA hingga ASII
IHSG Hari Ini 10 Maret 2026 Berpotensi Koreksi, Ini Rekomendasi Saham ADRO, BBRI, BKSL, dan ENRG
Rekomendasi Saham Hari Ini 6 Maret 2026: IHSG Berpotensi Koreksi, Cermati ARCI, INCO, hingga NICL