Rupiah Makin Perkasa Bertengger di Level Rp14.351 Per Dollar AS
Digtara.com | JAKARTA – Rupiah dibuka menguat pada perdagangan awal pekan ini. Tampaknya, situasi domestik pekan ini terlihat kondusif dibanding pekan lalu yang penuh cobaan.
Baca Juga:
Berdasarkan data Bloomberg, Senin (27/5) pukul 09.55 WIB rupiah tumbuh 0,28% di level Rp 14.351 per dollar Amerika Serikat (AS). Sejak pembukaan pasar mata uang Garuda dibuka menguat di level Rp 14.360 per dollar AS.
Sementara pada penutupan perdagangan pekan lalu, rupiah ditutup menguat 0,61% di level Rp 14.390 per dollar AS.
Analis Monex Investido Futures, Ahmad Yudiawan mengatakan pasar menganggap situasi dalam negeri jauh lebih kondusif pada pekan ini. Situasi politik yang sempat memanas pekan lalu saat ini terasa mereda, sehingga sudah tidak khawatir lagi terhadap tekanan itu.
Dia menambahkan katalis lain datang dari keberlanjutan sentiment pekan lalu. BI yang mengatakan jual beli pasar valuta asing lancar, yakni dalam hal penukaran devisa hasil ekspor (DHF).
Sementara dari eksternal, rupiah memanfaatkan pelemahan dollar AS di tengah rilis manufaktur AS yang negative. “Investor tampaknya masih tertuju di pasar emerging market, termasuk Indonesia,” kata Ahmad.
Ahmad meramal sampai dengan penutupan perdagangan mata uang Garuda masih bias menguat lagi dengan rentang pergerakan Rp 14.150-Rp 14.550 per dollar AS.
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik
Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS
Rupiah Diproyeksi Melemah, Pasar Menanti Hasil RDG BI dan Arah Kebijakan The Fed
Rupiah Berpotensi Menguat pada Perdagangan 17 Juni 2026, Sentimen Perdamaian AS-Iran Jadi Pendorong
Rupiah Diproyeksikan Menguat, Bergerak di Kisaran Rp17.900–Rp18.000 per Dolar AS