Selasa, 17 Maret 2026

Inalum Targetkan Produksi 1 Juta Ton Alumunium Hingga 2025

Redaksi - Rabu, 22 Mei 2019 14:41 WIB
Inalum Targetkan Produksi 1 Juta Ton Alumunium Hingga 2025

digtara.com | MEDAN – PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) menargetkan jumlah produksi mereka dapat digenjot hingga 1 juta ton hingga tahun 2025 mendatang. Perusahaan yang kini telah menjadi holding BUMN Tambang itu pun tengah menyiapkan sejumlah langkah ekspansi untuk memenuhi target tersebut.

Baca Juga:

Executive Advisor PT Inalum, Oggy A Kosasih mengatakan, salah satu rencana ekspansi yang mereka lakukan adalah bersama Pemprov Kalimantan Utara dengan pengembangan klaster alumunium di kawasan Industri dan pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning. Nota Kesepahaman (MoU) kerjasama ekspansi itu pun sudah ditandatangani.

“Nota kesepaham itu perihal persiapan proyek pengembangan kluster alumunium dan saat ini sedang dalam proses pekerjaan studi kelayakan PLTA di Sungai kayan,”sebut Oggy seperti dilansir Antaranews, Jumat (6/11/2020).

Dalam kesempatan itu ia juga menyampaikan berbagai program terus disiapkan, di antaranya juga terus mengejar proyek-proyek pengembangan yang juga merupakan salah satu proyek strategis nasional.

Saat ini Inalum telah berhasil memproduksi produk turunan alumunium berupa billet dan foundry alloy, melakukan ujicoba proyek optimalisasi dan upgrading tungku peleburan serta proses pengadaan EPC nya, melakukan studi kelayakan untuk pengembangan smelter baru serta ekspansi pelabuhan.

Kemudian pabrik calcined petroleum coke (CPC) bekerjasama dengan Pertamina yang saat ini sedang dalam tahap finalisasi JVA (joint venturee agrement),

Sejak perubahan status menjadi BUMN pada 19 Desember 2013, banyak penyesuaian dan perubahan yang terjadi diperusahaan tersebut.

Dengan status Inalum sebagai BUMN, perusahaan tersebut dituntut untuk terus berkomitmen dalam membangun negeri terlebih setelah ditunjuk sebagai induk holding industri pertambangan.

PT. Inalum telah menjadi induk holding industri pertambangan sejak 27 November 2018 dan berhasil mengambil alih 51,23 persen saham PT.Freeport Indonesia pada 21 Desember 2018 lalu.

Sehingga wilayah operasi Inalum menjadi tidak hanya berada di Kuala Tanjung dan Paritohan Sumatera Utara, namun meluas hingga kepelosok negeri yang melingkupi wilayah operasi PT.Antam Tbk di Pomala Sulawesi Tenggara, Halmahera Timur Maluku, Pongkor Jawa Barat dan Sanggau Kalimantan Barat.

Wilayah operasi PT.Bukit Asam Tbk, di Tanjung Enim Sumatera Selatan, Wilayah operasi Timah Tbk di Pulau Kundur, Karimun, Singkep, Bangka Belitung, Banjarmasin, dan Cilegon serta wilayah operasi PT Freeport Indonesia di Tembagapura Papua.

[AS]

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Komentar
Berita Terbaru