Sabtu, 27 Juni 2026

Waspada ! Rupiah Masih Bisa Melemah Lagi

Redaksi - Rabu, 27 Maret 2019 00:38 WIB
Waspada ! Rupiah Masih Bisa Melemah Lagi

digtara.com | JAKARTA – Nilai tukar rupiah ditutup rebound dengan penguatan 0,08% menjadi Rp 14.172 per dollar AS, Selasa (26/3). Negosiasi dagang AS dan China serta voting Brexit mempengaruhi rupiah.

Baca Juga:

Direktur Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, penguatan rupiah ditopang rencana pertemuan AS dan China akhir bulan ini. Diharapkan, kesepakatan damai diteken kedua negara ini.

Sedangkan Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual melihat kenaikan rupiah bersifat teknikal. Maklum, rupiah sudah melemah selama beberapa hari.

Hari ini Ibrahim memperkirakan, voting Brexit ketiga yang kemungkinan dimenangkan parlemen akan menekan rupiah. David juga menganalisa rupiah melemah hingga ada keputusan Brexit atau negosiasi AS-China.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rupiah Diproyeksi Menguat Hari Ini, Bergerak di Kisaran Rp17.940–Rp17.990 per Dolar AS

Rupiah Diproyeksi Menguat Hari Ini, Bergerak di Kisaran Rp17.940–Rp17.990 per Dolar AS

Rupiah Masih Tertekan, Analis Prediksi BI Kembali Naikkan Suku Bunga

Rupiah Masih Tertekan, Analis Prediksi BI Kembali Naikkan Suku Bunga

Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik

Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik

Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS

Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS

Rupiah Diproyeksi Melemah, Pasar Menanti Hasil RDG BI dan Arah Kebijakan The Fed

Rupiah Diproyeksi Melemah, Pasar Menanti Hasil RDG BI dan Arah Kebijakan The Fed

Rupiah Berpotensi Menguat pada Perdagangan 17 Juni 2026, Sentimen Perdamaian AS-Iran Jadi Pendorong

Rupiah Berpotensi Menguat pada Perdagangan 17 Juni 2026, Sentimen Perdamaian AS-Iran Jadi Pendorong

Komentar
Berita Terbaru