Rupiah Terkapar ke Level Rp14.234
digtara.com | JAKARTA – Rupiah makin melemah mendekati akhir pekan ini. Jumat (8/3), Jakarta interbank spot dollar rate (Jisdor) melemah 0,66% ke level Rp 14.223 per dollar Amerika Serikat (AS) dari Rabu (6/3) yang ada di Rp 14.129 per dollar AS.
Baca Juga:
Di pasar spot pukul 10.22 WIB, nilai tukar rupiah melemah 0,65% ke Rp 14.234 per dollar AS dari Rabu lalu di level Rp 14.143 per dollar AS.
Ini adalah posisi rupiah spot terlemah sejak 7 Januari 2019. Pelemahan kurs rupiah ini terjadi di tengah rilis posisi cadangan devisa Indonesia bulan Februari yang naik menjadi US$ 123,3 miliar dibandingkan akhir Januari sebesar US$ 120,1 miliar.
Hari ini, rupiah mencatat pelemahan terbesar di Asia. Selain rupiah, won juga melemah 0,36%, ringgit 0,12%, dollar Taiwan 0,09%, yuan 0,08%, dan peso 0,04%.
Sementara itu indeks dollar hari ini terkoreksi tipis setelah kemarin melonjak. Indeks dollar berada di atas level 97 sejak kemarin setelah European Central Bank menggunting proyeksi pertumbuhan ekonomi Zona Euro tahun ini hingga tahun 2021.
Penguatan indeks dollar kemarin terjadi setelah euro melemah terhadap dollar AS. Pasangan mata uang EUR/USD kemarin berada di 1,1193 yang merupakan level terendah sejak 27 Juni 2017.
Rupiah Diproyeksi Menguat Hari Ini, Bergerak di Kisaran Rp17.940–Rp17.990 per Dolar AS
Rupiah Masih Tertekan, Analis Prediksi BI Kembali Naikkan Suku Bunga
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik
Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS
Rupiah Diproyeksi Melemah, Pasar Menanti Hasil RDG BI dan Arah Kebijakan The Fed