Akui Anggotanya Intimidasi Wartawan, Provos Polri Minta Maaf

Jumat, 15 Juli 2022 20:06

digtara.com – Kepala Biro Provos Polri Brigjen Benny Ali mengakui tiga anggotanya melakukan intimidasi pada wartawan saat meliput di lingkungan rumah Kadiv Propam Irhen Ferdy Sambo pada Kamis (14/7/2022). Benny pun meminta maaf atas kejadian tersebut.

“Pertama-tama saya selaku Karo Provos mengucapkan permohonan maaf atas tindakan anggota kami yang kurang pemahaman terhadap kejadian kemarin. Memang kejadian kemarin itu bukan di TKP,” kata Benny Ali kepada wartawan di Mabes Polri, Jumat (15/7/2022).

Beny menambahkan, meskipun intimidasi itu terjadinya bukan di tempat kejadian perkara, namun anggotanya saat itu tengah melakukan pengamanan terstruktur di lingkungan rumah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo.

“Tapi itu merupakan tempat yang dia tinggali. Jadi, dia itu melaksanakan pengamanan terstruktur. Mungkin pemahaman anggota kami ini dengan pemberitaan-pemberitaan itu, ini sudah menyangkut privasi, empati,” katanya.

Menurut Beny, hal tersebut ditujukan untuk menjaga kondisi korban, dalam hal ini Putri Candrawathi, istri dari Irjen Ferdy Sambo dan juga anak-anaknya yang usianya masih muda.

“Ini bagaimana kondisi psikis atau pun psikologis keluarga. Mungkin itu yang dijaga, sehingga anggota-anggota tersebut melakukan tindakan-tindakan yang berlebihan,” tambah Beny.

Beny juga menegaskan bahwa bahwa insiden intimidasi wartawan tidaklah terjadi di TKP. Namun sebagai Provos Polri, Benny meminta maaf dan akan melakukan tindakan disiplin.

“Jadi bukan di TKP. Sekali lagi kami memohon maaf yang sedalam-dalamnya. Selanjutnya, terkait dengan kejadian, kami akan melakukan tindakan disiplin terhadap anggota tersebut,” kata Beny.

Sebelumnya tiga anggota kepolisian diduga melakukan intimidasi terhadap dua orang wartawan saat menjalankan tugas jurnalistik di sekitar rumah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo di Komplek Polri Duren Tiga RT 05/RW 01 No.46, Kecamatan Pancoran Jakarta Selatan.

Salah satu dari wartawan media portal terbitan Jakarta yang enggan diketahui identitasnya ini, mengaku, di Jakarta, Kamis (14/7/2022) mendapatkan perlakuan semena-mena dari tiga orang tak dikenal ini terjadi setelah wawancara video menggunakan telepon seluler dengan narasumber Ibu RT 05 dan seorang petugas kebersihan bernama Asep.

Dia bercerita, tak lama kemudian tiga orang polisi berbaju hitam dan berambut cepak memanggil Asep sebentar. Namun tak sampai di situ, tiga orang itu kembali datang dari arah belakang wartawan yang mengendarai sepeda motor dan menghentikannya.

Laman: 1 2

Berita Terkait