Kisah Urmi, Potret Tukang Botot Pernah Tinggal di Kolong Jembatan, Khawatirkan Banjir dan Ular
digtara.com – Urmi (45), seorang tukang botot yang tetap tegar dan berusaha meski pandemi Covid-19 tak berhenti melanda. Di tengah himpitan ekonomi dan keterbatasan tenaga, dia tetap berusaha untuk tegar. Kisah Urmi, Potret Tukang Botot Pernah Tinggal di Kolong Jembatan, Khawatirkan Banjir dan Ular
Baca Juga:
Kehidupannya yang penuh beban tak membuat ibu dari enam orang anak patah semangat untuk mengais rezeki dan membesarkan buah hatinya.
Urmi yang sejak 2011 telah ditinggal sang suami tak ingin terus larut dalam kepedihan, demi melihat anak-anaknya bahagia kelak. Setidaknya, asa itulah yang membuat semangatnya kian terbangun.
Sebelum Urmi dapat menyewa rumah, ia bertahan untuk tinggal bersama anak-anaknya tepat di bawah kolong jembatan yang lokasinya tidak jauh dari kediamannya sekarang.
Saat itu, hidupnya begitu penuh kecemasan karena bahkan untuk mengistirahatkan diri sejenak saja sangat tidak nyaman.
Baca: Kisah Urmi, Potret Tukang Botot yang Bertahan Hidup di Masa Pandemi
“Kalau di kolong jembatan mau 20 tahun saya pernah tinggal di sana bahkan saat suami masih hidup. Di bawah jembatan itu sering ada ularnya bang. Bayangin lah bang, gimana mau nyenyak istirahat. Belum lagi kalau hujan, air sungai Babura ini naik kami terpaksa naik ke atas samping kedai,” katanya.
Lanjutnya, itupun kalau sempat lama-lama tinggal di samping kedai di atas itu langsung di usir petugas keamanan.
“Terakhir kembali lagi ke kolong jembatan,” kenangnya.
Baca: Kisah Urmi, Potret Tukang Botot yang Derita Ragam Penyakit Namun Tak Mampu Berobat
Saat ini Urmi sudah mengontrak rumah di dekat jembatan jalan kejaksaan, kampung Kubur, Dusun Kebun Bunga. Rumah yang ditempatinya saat ini disewanya Rp600.000 dengan bantuan Rp400.000 dari Yayasan Budha Tzu Chi sejak tiga tahun terakhir.
“Syukurlah bang ada yang kasih bantuan. Meskipun kayak gitu ibu masih harus bekerja keras untuk nopang hidup ini. Apalagi pandemi ini, pendapatan ibu makin turun drastis padahal biaya hidup jalan terus,” katanya dengan tegar.
Harapan Urmi
Kendati kini telah menyewa rumah, dirinya masih menyimpan beragam kecemasan, terutama untuk masa depan keenam anaknya.
Layaknya seorang ibu pada umumnya, menginginkan kesuksesan dapat diraih sang buah hati. Kondisi tubuh yang mulai tidak kuat lagi membuat kekhawatirnya berlapis-lapis.
“Selalu ku doakan, semoga anak-anak ini bisa tamat sekolah aja ibu udah bangga. Mereka juga harus berguna bagi orang lain kelak,” harapnya pada buah hatinya.
Anak-anaknya juga pernah sesekali mengucapkan mimpi mereka padanya. Ingin menjadi ustad, sekertaris, hingga polisi. Selain itu, Urmi pernah dimimpikan anaknya pergi untuk berangkat naik haji ke Mekkah.
Baca: Kisah Urmi, Potret Tukang Botot yang Derita Ragam Penyakit Namun Tak Mampu Berobat
“Terkadang ibu bermimpi, punya rumah sendiri dan bisa ternak ayam. Kalau engga pingin juga jualan minuman dan rokok keliling gitu di atas becak,” tutupnya dengan mata yang berkaca-kaca. [Mag-3]
Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel YoutubeDigtara TV. Jangan lupa, like comment and Subscribe.
Kisah Urmi, Potret Tukang Botot Pernah Tinggal di Kolong Jembatan, Khawatirkan Banjir dan Ular
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat
Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS
Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya
Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia
Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur