Kamis, 15 Oktober 2026

INISNU Temanggung Gas Pengusulan KH Subuki Jadi Pahlawan Nasional, DPR RI Siap Kawal

Seminar Nasional Pengusulan Pahlawan
Ahsan Fauzi - Kamis, 15 Oktober 2026 19:58 WIB
INISNU Temanggung Gas Pengusulan KH Subuki Jadi Pahlawan Nasional, DPR RI Siap Kawal
Humas INISNU Temanggung
Bupati Temanggung, Agus Setyawan saat sambutan di acara Seminar Nasional Pengusulan KH Subuki sebagai Pahlawan Nasional

digtara.com - Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung menginisiasi penguatan pengusulan KH Subuki, ulama asal Parakan yang dikenal dalam sejarah perjuangan bambu runcing, sebagai Pahlawan Nasional. Upaya tersebut dilakukan melalui Seminar Nasional Pengusulan KH Subuki sebagai Pahlawan Nasional di Hall Babussalam NU Temanggung, Kamis (15/10/2026).

Baca Juga:

Seminar ini menjadi langkah awal untuk memperkuat kajian sejarah, menghimpun bukti perjuangan, serta membangun sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, DPR RI, Nahdlatul Ulama, keluarga tokoh, dan para sejarawan.

Anggota Komisi VIII DPR RI, H Wibowo Prasetyo, menyatakan kesiapannya mengawal proses pengusulan melalui fungsi pengawasan dan koordinasi dengan Kementerian Sosial RI. Sementara itu, Bupati Temanggung Agus Setyawan turut memberikan dukungan terhadap upaya mengangkat jasa KH Subuki ke tingkat nasional.

Kegiatan tersebut menghadirkan Direktur Pemberdayaan Potensi dan Sumber Daya Sosial Kementerian Sosial RI Dr Salahuddin Yahya, sejarawan sekaligus dosen UIN Walisongo Semarang Dr KH Anasom, serta sejarawan Temanggung KH Adhilin Basri.

Seminar ini diselenggarakan melalui kerja sama INISNU Temanggung, AKPER Alkautsar, Badan Penyelenggara Pelaksana (BPP) INISNU Temanggung, Nata Parakan Luwes (NPL), PCNU Temanggung, dan KBIHU Babussalam NU Temanggung.

INISNU Siapkan Landasan Akademik

Ketua BPP INISNU Temanggung, H Nur Makhsun, mengatakan pengusulan KH Subuki sebagai Pahlawan Nasional merupakan bagian dari tanggung jawab akademik sekaligus kepedulian terhadap sejarah perjuangan ulama dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Menurutnya, KH Subuki merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah perjuangan rakyat Temanggung. Kontribusinya perlu dikaji lebih mendalam untuk memperjelas hubungan perjuangan di Parakan dengan dinamika revolusi kemerdekaan di berbagai daerah.

INISNU diharapkan mengambil peran dalam menghimpun dokumen sejarah, mengembangkan penelitian, dan memperkuat naskah akademik sebagai landasan pengusulan.

Baca Juga:

Rektor INISNU Temanggung, Dr Hamidulloh Ibda, M.Pd., menegaskan pengusulan gelar Pahlawan Nasional harus dibangun melalui penelitian yang serius, berbasis bukti, dan berkelanjutan.

"Pengusulan Pahlawan Nasional bukan semata-mata tentang memberikan gelar kepada seorang tokoh. Lebih dari itu, ini merupakan ikhtiar akademik untuk menghadirkan keadilan sejarah, menguji bukti perjuangan secara objektif, dan memastikan kontribusi para ulama dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia memperoleh perhatian yang semestinya," tegas Hamidulloh.

Ia menilai perguruan tinggi memiliki tanggung jawab menjembatani ingatan kolektif masyarakat dengan pembuktian sejarah yang memenuhi standar akademik.

Karena itu, cerita perjuangan yang diwariskan secara turun-temurun perlu ditelusuri melalui arsip, dokumen, kesaksian, sumber tertulis, dan penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan.

Hamidulloh berharap seminar tersebut tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi menjadi titik tolak gerakan penelitian dan dokumentasi sejarah yang terorganisasi.

DPR RI Siap Kawal Proses Pengusulan

Anggota Komisi VIII DPR RI, H Wibowo Prasetyo, mengatakan perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia tidak hanya berlangsung melalui pertempuran bersenjata dan diplomasi politik. Perjuangan tersebut juga ditopang kekuatan moral dan spiritual yang membangkitkan keberanian rakyat melawan penjajahan.

Menurut Wibowo, KH Subuki memiliki peran penting dalam membangkitkan semangat perlawanan rakyat melalui gerakan bambu runcing di Parakan. Pengaruh gerakan tersebut perlu dikaji secara mendalam, terutama untuk menelusuri keterkaitannya dengan jaringan laskar perjuangan dari berbagai daerah.

Ia menjelaskan DPR RI tidak memiliki kewenangan menetapkan seseorang sebagai Pahlawan Nasional karena keputusan tersebut merupakan kewenangan Presiden. Namun, DPR dapat menjalankan fungsi pengawasan dan koordinasi untuk mengawal proses pengusulan agar berjalan sesuai ketentuan.

Wibowo juga mendorong pembentukan tim pengusulan terpadu yang melibatkan INISNU, PCNU, keluarga KH Subuki, sejarawan, dan pemerintah daerah.

Tim tersebut diharapkan bekerja secara terukur untuk memperkuat naskah akademik, melengkapi bukti sejarah, serta memenuhi persyaratan administratif.

Kemensos Tekankan Bukti Sejarah

Baca Juga:

Direktur Pemberdayaan Potensi dan Sumber Daya Sosial Kementerian Sosial RI, Dr Salahuddin Yahya, menekankan bahwa pengusulan gelar Pahlawan Nasional harus memenuhi persyaratan substantif dan administratif melalui tahapan yang berlaku.

Menurutnya, penghormatan masyarakat terhadap seorang tokoh perlu disertai pembuktian sejarah yang kredibel. Kajian mengenai KH Subuki harus mampu menjelaskan kontribusi perjuangannya, bentuk pengabdiannya, serta jangkauan dampak perjuangan bagi bangsa Indonesia.

Proses tersebut membutuhkan kelengkapan biografi perjuangan, naskah akademik, hasil penelitian, dokumentasi sejarah, dan rekomendasi pemerintah daerah.

Oleh karena itu, kolaborasi antara peneliti, pemerintah, keluarga tokoh, dan organisasi kemasyarakatan menjadi unsur penting dalam memperkuat pengusulan.

Bupati Temanggung Beri Dukungan

Bupati Temanggung, Agus Setyawan, turut mendukung pengusulan KH Subuki sebagai Pahlawan Nasional. Upaya tersebut dinilai penting untuk memberikan penghormatan kepada tokoh daerah yang berkontribusi dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Dukungan pemerintah daerah diharapkan memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat dalam mendokumentasikan sejarah perjuangan KH Subuki agar dikenal lebih luas.

Parakan dan Jejak Perjuangan Bambu Runcing

Sejarawan dan dosen UIN Walisongo Semarang, Dr KH Anasom, M.Hum., menguraikan kedudukan Parakan dalam sejarah perjuangan kemerdekaan, terutama sebagai pusat penguatan spiritual dan mobilisasi para pejuang bambu runcing.

Merujuk buku Guruku Orang-orang dari Pesantren karya KH Saifuddin Zuhri, Anasom menjelaskan Parakan menjadi tempat yang didatangi para pejuang untuk memperoleh doa dan penguatan semangat sebelum menghadapi pertempuran.

Ia juga mengangkat kisah pengorbanan keluarga KH Subuki ketika tentara Belanda melakukan pengejaran pada 1948. Dalam kisah tersebut, putra KH Subuki, H Abdurrahman, disebut gugur ditembak tentara Belanda yang diduga mengiranya sebagai sang kiai.

Kisah tersebut menjadi salah satu bagian sejarah yang perlu ditelusuri dan diverifikasi melalui sumber-sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga:

Sementara itu, sejarawan Temanggung, KH Adhilin Basri, memaparkan luasnya pengaruh gerakan bambu runcing Parakan dalam berbagai peristiwa perjuangan pada masa revolusi kemerdekaan, termasuk di Magelang, Semarang, Surabaya, dan Ambarawa.

Ia juga menyinggung kedatangan para pejuang dari berbagai wilayah ke Parakan untuk memperoleh penguatan spiritual, serta hubungan gerakan perjuangan tersebut dengan sejumlah tokoh nasional, di antaranya Jenderal Soedirman, Bung Tomo, KH Wahid Hasyim, dan KH Masykur.

Paparan para sejarawan menegaskan pentingnya penelitian lanjutan untuk menguji sumber, memperjelas kronologi, dan mengukur jangkauan kontribusi KH Subuki dalam sejarah perjuangan nasional.

Seminar Jadi Awal Gerakan Penelitian

Rektor INISNU Temanggung, Hamidulloh Ibda, menegaskan keberhasilan pengusulan KH Subuki tidak cukup ditentukan besarnya dukungan publik. Kekuatan bukti sejarah dan konsistensi kerja seluruh pihak juga menjadi faktor penting.

"Kita perlu memastikan bahwa semangat menghormati KH Subuki diterjemahkan menjadi kerja nyata. Arsip harus dicari, kesaksian harus diuji, kronologi harus diperjelas, dan naskah akademik harus disusun secara cermat. Dengan begitu, pengusulan ini tidak hanya kuat secara moral, tetapi juga kokoh secara historis dan akademik," ujarnya.

Ke depan, INISNU mendorong pengumpulan arsip, verifikasi kesaksian, penyusunan biografi berbasis sumber, dan pengembangan naskah akademik sesuai persyaratan pengusulan Pahlawan Nasional.

Melalui kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah daerah, DPR RI, Kementerian Sosial, Nahdlatul Ulama, keluarga KH Subuki, dan para sejarawan, pengusulan tersebut diharapkan berjalan terarah dan berkelanjutan.

Upaya ini sekaligus menjadi momentum bagi Temanggung untuk memperkuat tradisi penelitian sejarah dan mewariskan nilai perjuangan para ulama kepada generasi muda. (San).

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ahsan Fauzi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Muhammad Husni: Rasio Pembimbing Haji 1 Banding 151 Jemaah Jadi Catatan untuk 2027

Muhammad Husni: Rasio Pembimbing Haji 1 Banding 151 Jemaah Jadi Catatan untuk 2027

Jawa Tengah Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional XXXI, Sri Wulan: Bukan Sekadar Lomba, Tapi Ruang Persaudaraan

Jawa Tengah Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional XXXI, Sri Wulan: Bukan Sekadar Lomba, Tapi Ruang Persaudaraan

Haji 2027 Bakal Terapkan Fullboard, Komisi VIII Soroti Kenyamanan Jemaah

Haji 2027 Bakal Terapkan Fullboard, Komisi VIII Soroti Kenyamanan Jemaah

Meneladani Mbah Moen, Ulama Kharismatik yang Selalu Menggaungkan Nasionalisme dan Menjadi Penyejuk Umat

Meneladani Mbah Moen, Ulama Kharismatik yang Selalu Menggaungkan Nasionalisme dan Menjadi Penyejuk Umat

Jelang Armuzna, Timwas Haji DPR Ingatkan Jemaah Jaga Kesehatan di Tengah Cuaca Panas

Jelang Armuzna, Timwas Haji DPR Ingatkan Jemaah Jaga Kesehatan di Tengah Cuaca Panas

Timwas Haji DPR Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Soroti Fase Armuzna

Timwas Haji DPR Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Soroti Fase Armuzna

Komentar
Berita Terbaru