DMI Demak Perluas Kepengurusan hingga Kecamatan, Masjid Didorong Berdayakan Ekonomi Umat
digtara.com - Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Demak mulai menyiapkan langkah untuk memperluas kepengurusan hingga tingkat kecamatan. Selain memperkuat organisasi, DMI juga mendorong pemberdayaan masjid sebagai salah satu upaya meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan umat.
Baca Juga:
Agenda tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam rapat kerja pengurus Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kabupaten Demak periode 2026–2031, setelah prosesi pengukuhan di Grhadika Bina Praja Setda Demak, Selasa (13/10/2026).Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Wedung, Muzamil, dipercaya memimpin PD DMI Kabupaten Demak untuk periode lima tahun ke depan.
Pengukuhan dilakukan oleh Ketua Pimpinan Wilayah (PW) DMI Jawa Tengah, Prof KH Ahmad Rofiq, yang membacakan ikrar dan diikuti seluruh pengurus. Kegiatan tersebut turut disaksikan Wakil Bupati DemakMuhammad Badruddin, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Demak Abdur Rouf, perwakilan organisasi keagamaan, para camat, serta kepala KUA se-Kabupaten Demak.
Masjid Harus Beri Manfaat Lebih Luas
Dalam sambutan Bupati Demak yang dibacakan Wakil Bupati Muhammad Badruddin, pemerintah daerah menekankan pentingnya memperkuat fungsi masjid dalam kehidupan masyarakat.
Masjid di Kabupaten Demak diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga pusat pendidikan keagamaan, kepedulian sosial, dan pemberdayaan ekonomi umat.
Baca Juga:
"Masjid harus semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, bukan hanya melalui kegiatan ibadah, tetapi juga lewat pendidikan, kepedulian sosial, dan pemberdayaan ekonomi umat," demikian pesan dalam sambutan Bupati Demak yang dibacakan Wakil Bupati Muhammad Badruddin.
Wakil Bupati yang akrab disapa Gus Bad itu juga berharap DMI mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga kerukunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, penguatan peran masjid sejalan dengan karakter Kabupaten Demak yang memiliki sejarah panjang dan tradisi Islam yang kuat.
DMI Demak Dinilai Punya Potensi Besar
Sementara itu, Ketua PW DMI Jawa Tengah Prof KH Ahmad Rofiq menilai Kabupaten Demak memiliki modal keagamaan yang kuat untuk mengembangkan pengelolaan masjid.
Potensi tersebut perlu dioptimalkan melalui penguatan organisasi, peningkatan kualitas pengelolaan masjid, serta kerja sama dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan.
"Memakmurkan masjid bukan hanya tentang menghidupkan bangunannya, tetapi juga menguatkan jemaah dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitarnya," demikian rumusan pesan yang dapat digunakan setelah dikonfirmasi kepada Prof KH Ahmad Rofiq.
Ia juga mendorong DMI Kabupaten Demak agar mampu membangun kolaborasi yang lebih luas sehingga masjid dapat berperan dalam pembinaan keagamaan sekaligus peningkatan kesejahteraan jemaah.
Kemenag Tekankan Sinergi
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Demak Abdur Rouf turut menekankan pentingnya sinergi antara DMI, pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan masyarakat.
Baca Juga:
Kolaborasi lintas sektor dinilai penting agar program pengembangan masjid dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
"DMI perlu membangun kolaborasi yang kuat dengan pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan masyarakat. Dengan sinergi yang baik, upaya memakmurkan masjid dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan umat," demikian rumusan pesan yang perlu disesuaikan dengan pernyataan asli Abdur Rouf.
Muzamil Siapkan Program Kerja Lima Tahun
Usai pengukuhan, pengurus PD DMI Kabupaten Demak langsung menggelar rapat kerja untuk merumuskan arah kebijakan dan program organisasi selama periode 2026–2031.
Sebelum rapat kerja dimulai, Ketua PD DMI Kabupaten Demak Muzamil menyampaikan sejumlah poin penting dalam Anggaran Dasar DMI sebagai pedoman dan rambu-rambu bagi pengurus dalam menyusun program kerja.
Dua agenda yang menjadi perhatian ialah memperluas kepengurusan DMI hingga tingkat kecamatan dan mendorong pemberdayaan masjid untuk meningkatkan ekonomi umat.
Perluasan kepengurusan diharapkan memperkuat koordinasi dan pelaksanaan program DMI hingga tingkat lokal. Sementara itu, pemberdayaan ekonomi berbasis masjid diarahkan agar masjid tidak hanya menjadi pusat aktivitas keagamaan, tetapi juga mampu berkontribusi terhadap kemandirian ekonomi masyarakat.
Dengan kepengurusan baru dan program kerja yang disusun, DMI Kabupaten Demak diharapkan dapat memperkuat peran masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, pelayanan sosial, dan pemberdayaan umat. (San).
Perkemahan Prestasi Ma’arif NU Jateng Digelar Desember, Target 4.270 Peserta
PWNU Jateng Kick Off Hari Santri 2026, Perkuat Kolaborasi Pesantren dan Kampus
Muhammadiyah Jateng Dorong Pengelolaan MBG yang Transparan dan Berkeadilan
RS Hj Fatimah Sulhan PKU Muhammadiyah Demak Gelar Baksos Pembinaan Lansia
LHKP Muhammadiyah Jateng Gelar PIKREG II, Bedah Tata Kelola MBG dari Hulu ke Hilir
Haji 2027, Jateng Dapat Kuota 34.122 Jemaah, 1.716 Masuk Prioritas Lansia
Undana-RSUD Prof Dr WZ Yohanes Kupang Hadirkan Layanan Bocor Jantung dan Kanker Anak Perdana di NTT
Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah ke Rp17.950 per Dolar AS, Ini Faktor Pemicunya
DMI Demak Perluas Kepengurusan hingga Kecamatan, Masjid Didorong Berdayakan Ekonomi Umat
Rumah Lansia di Manggarai Barat Terbakar, Polisi Salurkan Bantuan
OPPO ColorOS 17 Resmi Diperkenalkan, Hadirkan AI Pintar dan Performa Lebih Mulus
Baznas Targetkan Pengumpulan Zakat Nasional Rp70 Triliun pada 2027
Kantor SAR Kupang Gelar Latihan Pertolongan di Permukaan Perairan