Minggu, 11 Oktober 2026

PWNU Jateng Kick Off Hari Santri 2026, Perkuat Kolaborasi Pesantren dan Kampus

HSN 2026
Ahsan Fauzi - Minggu, 11 Oktober 2026 10:57 WIB
PWNU Jateng Kick Off Hari Santri 2026, Perkuat Kolaborasi Pesantren dan Kampus
Humas PWNU Jateng
PWNU Jateng gelar Kick Off Hari Santri 2026 di Gedung SBSN UIN Raden Mas Said Surakarta, Sabtu (10/10/2026)

digtara.com - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah resmi memulai rangkaian peringatan Hari Santri 2026 melalui kegiatan Kick Off di Gedung SBSN UIN Raden Mas Said Surakarta, Sabtu (10/10/2026).

Baca Juga:

Mengusung tema "Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri", kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat peran pesantren, perguruan tinggi Islam, dan warga NU dalam membina umat sekaligus menjaga keutuhan bangsa.

Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. H. Toto Suharto, menyambut baik dipilihnya kampus tersebut sebagai lokasi peluncuran rangkaian Hari Santri PWNU Jawa Tengah. Menurutnya, sinergi perguruan tinggi Islam dan organisasi sosial keagamaan penting untuk menyiapkan generasi unggul pada masa mendatang.

"Sinergi perguruan tinggi Islam dengan organisasi sosial keagamaan sangat penting untuk membangun dan menumbuhkan generasi emas mendatang," ujarnya.

Ketua PWNU Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin, menyoroti kekuatan NU yang tumbuh melalui kreativitas warga dan gerakan kultural. Menurutnya, berbagai inisiatif masyarakat NU kerap berkembang melampaui batas-batas struktural organisasi.

"Banyak kreativitas yang muncul di kalangan NU secara kultural yang sering kali melampaui aspek struktural. Hal ini sebenarnya menjadi kekuatan tersendiri sekaligus menunjukkan kemandiriannya," kata Gus Rozin.

Baca Juga:

Ia menilai, kekuatan NU tidak hanya bertumpu pada kepengurusan formal, tetapi juga pada inisiatif warga, tradisi keagamaan, dan gerakan sosial yang tumbuh di tengah masyarakat.

Karena itu, momentum Hari Santri perlu dimanfaatkan untuk memperkuat peran NU dalam pembinaan umat dan kehidupan berbangsa.

"Di antara penguatan peran NU adalah menyinergikan perguruan tinggi, pesantren, dan jamaah. Dengan semangat dan momentum Hari Santri, NU harus terus meneguhkan kekuatannya sebagai kekuatan sosial-keagamaan yang bergerak membina umat dan mengawal jalannya negara," tegasnya.

Perkuat Kolaborasi Pesantren dan Perguruan Tinggi

Ketua Panitia Hari Santri PWNU Jawa Tengah, Prof. Dr. H. Hasyim Muhammad, mengatakan kolaborasi pesantren dan perguruan tinggi menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat kontribusi NU di bidang pendidikan dan sosial kemasyarakatan.

Kedua institusi tersebut memiliki modal penting dalam pengembangan pendidikan, pembentukan karakter, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Pesantren memiliki tradisi keilmuan, pembentukan akhlak, dan kedekatan dengan masyarakat. Sementara itu, perguruan tinggi mempunyai kapasitas dalam pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, dan inovasi.

Dosen UIN Raden Mas Said Surakarta sekaligus Ketua Lakpesdam PWNU Jawa Tengah, Mokhamad Zainal Anwar, mengatakan sinergi kedua institusi dapat diwujudkan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

"Sinergi tersebut diharapkan mampu mempertemukan kekayaan tradisi keilmuan pesantren dengan perkembangan ilmu pengetahuan kontemporer, sehingga dapat melahirkan kontribusi nyata dalam menjawab persoalan sosial dan tantangan zaman," ujarnya.

Zainal, yang juga menjabat Kepala Perpustakaan UIN Raden Mas Said Surakarta, menambahkan bahwa penguatan tradisi tidak berarti menutup diri terhadap perubahan.

Baca Juga:

Sebaliknya, tradisi dapat menjadi pijakan untuk mengembangkan gagasan dan gerakan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat komitmen kebangsaan.

Hari Santri 2026 Diisi Beragam Agenda

Sebagai Ketua Panitia Hari Santri 2026, Prof. Hasyim Muhammad menjelaskan bahwa kegiatan kick off menjadi penanda dimulainya sejumlah agenda yang disiapkan PWNU Jawa Tengah.

Rangkaian kegiatan tersebut mencakup bidang pendidikan, keagamaan, sosial, olahraga, hingga lingkungan.

"Sejumlah agenda yang dijadwalkan antara lain Workshop Literasi Ramah Lingkungan, Ziarah Masyayikh NU, Football Santri, Musabaqah Qiroatil Kutub (MQK), Kiai dan Bu Nyai Mantu Santri, serta lomba esai bagi santri dan guru," kata Prof. Hasyim.

Agenda lainnya meliputi pemberian penghargaan bagi guru madrasah diniyah NU, khataman Al-Qur'an dan istigasah, Upacara Hari Santri, layanan kesehatan gratis dan dokter spesialis keliling, serta halaqah pengasuh pondok pesantren putri.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, PWNU Jawa Tengah berupaya menghadirkan peringatan Hari Santri yang tidak sekadar menjadi seremoni tahunan.

Peringatan ini diharapkan menjadi ruang partisipasi dan pengabdian bagi warga NU serta masyarakat luas, sekaligus memperkuat kontribusi pesantren dan komunitas keagamaan dalam menjawab tantangan sosial dan kebangsaan.

Dengan menguatkan akar tradisi dan memperluas kolaborasi, Hari Santri 2026 diharapkan menjadi momentum untuk merawat warisan keilmuan Islam sekaligus meneguhkan komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (San).

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ahsan Fauzi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru