Sabtu, 10 Januari 2026

Pemprov Jateng Apresiasi Inovasi Baznas RI Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Umat Melalui Zmart, Zcoffee dan BMM

Baznas RI
Ahsan Fauzi - Senin, 08 Desember 2025 07:49 WIB
Pemprov Jateng Apresiasi Inovasi Baznas RI Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Umat Melalui Zmart, Zcoffee dan BMM
Ahsan Fauzi
Sekretaris Provinsi Jawa Tengah Sumarno peluncurkan Program ZCoffee, BAZNAS Microfinance Masjid (BMM), serta pencanangan 1.300 Zmart wilayah Provinsi Jawa Tengah di Aula Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Kota Semarang, Sabtu (6/12/2025).

digtara.com - Sekretaris Provinsi Jawa Tengah Sumarno mengapresiasi peluncuran Bantuan Pemberdayaan Ekonomi melalui Zmart, ZCoffee, dan Baznas Microfinance Masjid (BMM), untuk wilayah Provinsi Jawa Tengah.Program inovasi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI tersebut merupakan bentuk komitmen memperkuat pemberdayaan ekonomi umat dan transformasi mustahik menuju kemandirian.

Baca Juga:

"Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sangat mengapresiasi program ini, terlebih program ini diarahkan untuk pemberdayaan dalam upaya mengentaskan kemiskinan," kata Sekda yang hadir mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, dalam peluncuran Zcoffee, Baznas Microfinane Masjid (BMM) dan pencanangan 1.300 Zmart wilayah Provinsi Jawa Tengah, di Aula.Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Kota Semarang, Sabtu (6/12/2025).

Melalui program ini, kata Sumarno, diharapkan para mustahik (penerima zakat) dapat memiliki penghasilan rutin. Sehingga bertransformasi menjadi muzakki (pemberi zakat). Hal tersebut sejalan dengan salah satu visi Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Guberur Taj Yasin, yakni membangun ekosistem syariah di Provinsi Jawa Tengah.

Melalui kehadiran Zcoffee, Zmart dan BMM, ekosistem syariah akan lebih mudah terwujud. Sumarno mencontohkan, trend menikmati kopi yang saat ini merebak di semua kalangan, membuka peluang bagi terciptanya jaringan Zcoffee berkembang luas.

Baca Juga:

Sedangkan Zmart, akan membangun kepercayaan masyarakat, bahwa sistem retail tidak sekadar berorientasi kepada keuntungan. Adapun BMM, memberikan layanan pembiayaan yang melindungi umat dari riba.

"BMM yang bermitra dengan masjid ini menjadi solusi bagi umat agar terhindari dari rentenir dan pinjaman ilegal," katanya.

Dalam kesempatan itu, Surmano menekankan, Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki tanggung jawab moral untuk menyalurkan zakat dan infak melalui BAZNAS, agar berdampak nyata bagi masyarakat.

Ia menegaskan, gaji dan tunjangan ASN bukan semata hak pribadi, tetapi bagian dari amanah pelayanan publik yang bisa dibersihkan dan diberdayakan melalui zakat.

"Sumber daya yang kita miliki dari pemerintah daerah itu terbatas. Dan yang kita lakukan dengan zakat dan infak ASN bisa kita kolaborasikan dengan program pemerintah. Tolong salurkan ke BAZNAS. Karena inilah lembaga yang dipilih negara dan yang bisa mendukung program-program pemerintah sekaligus menuntaskan berbagai masalah masyarakat," ujar Sumarno.

Pada kesempatan yang sama, Ketua BAZNAS RI Prof Noor Achmad mengatakan, tujuan dari ketiga program tersebut adalah pengentasan kemiskinan melalui ekonomi berkelanjutan. Program ini membutuhkan kolaborasi dengan masyarakat, pemerintah, mitra usaha, masjid, dan juga lembaga pendidikan.

Baca Juga:

"Pengelolaan zakat merupakan amanah dari umat. Zakat berasal dari harta yang suci, karena orang yang mengeluarkan zakat tujuannya adalah mensucikan harta. Semoga program ini menjadi energi baru dalam mempercepat penurunan kemiskinan di Jawa Tengah," ujarnya.

Sejak diluncurkan pada 2022, Program ZCoffee telah hadir di 12 provinsi dan 30 kabupaten/kota, memberdayakan 130 mustahik. Di Jawa Tengah, terdapat 22 outlet ZCoffee, termasuk outlet strategis di kawasan MAJT.

Program BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) telah bermitra dengan 183 masjid, menyalurkan Rp26,3 miliar, dan memberdayakan 9.090 mustahik. Di Semarang, program ini telah mendampingi 70 mustahik melalui skema qardhul hasan tanpa bunga, dan menjadi solusi bagi jamaah agar terhindar dari pinjaman tidak sehat.

BAZNAS RI menargetkan 1.300 Zmart melalui kolaborasi dengan BAZNAS Provinsi Jawa Tengah serta 26 BAZNAS Kabupaten/Kota. Sebanyak 780 unit didukung langsung oleh BAZNAS RI dengan total anggaran Rp6,24 miliar. Program ini telah melahirkan 459 muzaki baru di seluruh Indonesia, memperkuat jaringan Saudagar Zmart untuk naik kelas. (San).

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
BAZNAS RI Launching Tiga Program untuk Entaskan Kemiskinan

BAZNAS RI Launching Tiga Program untuk Entaskan Kemiskinan

Akhir 2025, Pabrik Pengolahan Sampah Senilai 200 Juta USD Bakal Dibangun di Jawa Tengah

Akhir 2025, Pabrik Pengolahan Sampah Senilai 200 Juta USD Bakal Dibangun di Jawa Tengah

Berangkatkan 40 Peserta, Jateng Target Juara Umum MQK Internasional 2025 di Sulsel

Berangkatkan 40 Peserta, Jateng Target Juara Umum MQK Internasional 2025 di Sulsel

116 Sapi Kurban Baznas Jateng Dibuat Kornet, Sasar Wilayah Terpencil, Terluar dan Tertinggal

116 Sapi Kurban Baznas Jateng Dibuat Kornet, Sasar Wilayah Terpencil, Terluar dan Tertinggal

Komentar
Berita Terbaru