Marak Kasus Penculikan Anak, Sumarwati Minta Negara Hadir
digtara.com - Kasus penculikan anak kembali mencuat di berbagai daerah, hal ini menjadi keprihatinan bagi Anggota DPRD Jawa Tengah Fraksi PKB, Hj. Sumarwati, MAP.
Baca Juga:
Menurutnya, apa yang terjadi pada Bilqis di Makassar yang sempat menjadi sorotan nasional hanyalah contoh dari ancaman nyata yang dihadapi anak-anak Indonesia. Ia khawatir masih banyak kasus lain yang tidak terekspos, tidak dilaporkan, atau tidak tersampaikan kepada publik.
Baca Juga:
"Yang muncul di pemberitaan itu hanya sedikit. Jangan-jangan masih banyak kasus lain yang tidak kita dengar, tetapi dialami langsung oleh masyarakat. Ini yang membuat saya sangat prihatin," ujar Sumarwati, Selasa (18/11/2025).
Legislator PKB daerah pemilihan Pekalongan, Batang dan Pemalang ini menegaskan bahwa pemerintah harus memberikan jaminan keamanan yang nyata bagi anak-anak.
Kejahatan penculikan, menurutnya, bukan hanya mengancam keselamatan seorang anak, tetapi juga merusak rasa aman masyarakat secara luas. Karena itu, ia mendorong aparat penegak hukum untuk bertindak tegas dan memberikan hukuman berat kepada siapa pun yang terlibat dalam kejahatan ini.
"Anak-anak adalah amanah. Negara harus benar-benar hadir melindungi mereka. Para pelaku penculikan harus diberi hukuman setimpal agar kejahatan semacam ini tidak terus berulang," tegasnya.
Selain peran pemerintah, Sumarwati juga menekankan pentingnya kewaspadaan dari orang tua dan lembaga pendidikan. Ia mengingatkan bahwa pengawasan terhadap anak tidak bisa dilakukan setengah-setengah, terutama dalam situasi sosial yang semakin kompleks.
"Orang tua harus benar-benar memperhatikan aktivitas anak-anaknya, baik ketika berada di rumah maupun di luar. Sekolah juga memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan keamanan siswa selama berada di lingkungan pendidikan," tambah Sumarwati.
Baca Juga:
Ketua Pengurus Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama Kabupaten Pekalongan ini mendorong adanya kolaborasi antara keluarga, sekolah, pemerintah daerah, hingga aparat keamanan untuk memastikan bahwa ruang publik aman bagi anak.
Menurutnya, perlindungan anak bukan hanya soal regulasi, tetapi juga komitmen kolektif dari seluruh lapisan masyarakat.
"Perlindungan anak adalah tugas bersama. Kita tidak boleh menunggu sampai muncul korban berikutnya. Semua pihak harus bergerak sejak sekarang," pungkasnya. (San).
Baca Juga:
Dr KH Multazam Ahmad: Puasa Sehatkan Fisik dan Ruhani
Sarif Kakung Minta Peran Optimal BUMD
Agar Tak Punah, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah Mendorong Anak Muda untuk Ambil Peran Merawat Warisan Budaya Nusantara
Sarif Kakung; Butuh Regulasi yang Kuat untuk Menjawab Isu Alih Fungsi Lahan di Jawa Tengah
Sarif Kakung Minta Penanganan Sampah Dilakukan Secara Masif, Komprehensif, dan Kolaboratif
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah Ajak Masyarakat Kembangkan Perikanan Budidaya
5 HP Samsung dengan Fitur NFC Terbaik 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan Cocok untuk Harian
Warga Bentrok, Rumah Dan Kios Serta Kendaraan Milik Warga Rusak
Situasi Kondusif, 100 Personil Polres Kupang Dan Brimob Polda NTT Siaga di Lokasi Bentrok
Bentrok di Perumahan Eks Pejuang Timor-Timur, Empat Warga Terluka dan Sejumlah Pelaku Diamankan
Kode Redeem FC Mobile 12 April 2026 Terbaru, Klaim Hadiah Sandy Walsh dan Bonus Event Songkran
Beralasan Hendak Beli Kebutuhan Bayi, Mahasiswa di Kupang Curi Sepeda Motor di Parkiran Rumah Sakit
Kode Redeem Free Fire 12 April 2026: Klaim Skin XM8 Gratis dan Bundle Keren!