Wakil Ketua DPRD Jateng Sarif Abdillah: Sistem Pengelolaan Sampah di Pasar Tradisional Harus Diperkuat
digtara.com - Sampah kalau tidak dikelola dengan baik akan jadi masalah, begitu pula keberadaan sampah di pasar-pasar tradisional. Untuk itu, pengurangan sampah di pasar tradisional di Jawa Tengah memerlukan upaya masif yang melibatkan seluruh pihak. Sistem pengelolaan juga harus diperkuat.
Baca Juga:
- Gelar Upacara HAB ke-80, Kanwil Kemenag Jateng Komitmen Perkuat Pengabdian dan Kerukunan Serta Kualitas Layanan
- Refleksi 2025 BWI Kota Semarang: Dari Optimalisasi Aset Wakaf hingga Semarang Kota Wakaf
- Kementerian P2MI Antarkan Pulang Jenazah Pekerja Migran Indonesia Korban Kebakaran di Hong Kong Asal Grobogan
"Sampah di pasar tradisional ini mengganggu karena menimbulkan bau tidak sedap, bisa menjadi sarang penyakit dan serangga, mengotori lingkungan, dan tentunya mengurangi kenyamanan dan pendapatan pedagang serta pembeli," ungkap Sarif, Senin (17/11/2025).
Baca Juga:

Baca Juga:
Kondisi ini diperparah jika pengelolaan sampah tidak optimal, fasilitas kurang memadai, atau pedagang dan pembeli tidak sadar akan kebersihan.
Legislator yang akrab disapa Kakung ini mencontohkan, sampah di Pasar Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, mulai dikeluhkan masyarakat karena membludag dan menimbulkan bau tidak sedap akibat terkendala armada.
"Oleh karena itu, memperkuat sistem pengelolaan sampah pasar tradisional dapat menjadi salah satu kunci dalam mengurangi penumpukan sampah," tegas Kakung.
Baca Juga:
"Kemudian seringkali tidak terkelola dan hanya berakhir menumpuk di tempat pembuangan akhir," jelas legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.
Bahkan di banyak pasar, lanjut Kakung, tumpukan sampah biasanya dibiarkan berhari hari dan baru diangkut ketika bak penampung telah penuh.
Kakung pun mengingatkan, masalah penumpukan sampah membutuhkan solusi yang lebih dari sekadar ajakan atau gerakan-gerakan yang bersifat "gimik".
Baca Juga:
"Mengatasi penumpukan sampah membutuhkan upaya masif, terukur, dan menyeluruh dengan berbagai pendekatan yang melibatkan sinergi seluruh pihak, mulai dari individu di tingkat rumah tangga, masyarakat sipil secara luas, hingga bisnis," pungkasnya. (San).
Gelar Upacara HAB ke-80, Kanwil Kemenag Jateng Komitmen Perkuat Pengabdian dan Kerukunan Serta Kualitas Layanan
Refleksi 2025 BWI Kota Semarang: Dari Optimalisasi Aset Wakaf hingga Semarang Kota Wakaf
Kementerian P2MI Antarkan Pulang Jenazah Pekerja Migran Indonesia Korban Kebakaran di Hong Kong Asal Grobogan
BKP HPWI Jateng Siap Gerakkan Potensi Wisata Jateng Benar-benar Hidup dan Memberikan Manfaat Nyata untuk Masyarakat
BAZNAS RI Launching Tiga Program untuk Entaskan Kemiskinan
Hadapi Dampak Perubahan Iklim, Sarif Kakung Tekankan Pentingnya Peningkatan Pengetahuan Dasar Kebencanaan Masyarakat
Kapendam IX/Udayana Jelaskan Isu Viral Pengantaran Pelda Chrestian Namo
Terima 984 Laporan Polisi Selama Tahun 2025, Polres TTS Tuntaskan 55 Persen Kasus
Kode Redeem FC Mobile 9 Januari 2026 Resmi Dirilis EA Sports, Klaim Gems dan Pemain Ikonik Gratis
Divonis Pecat dari Kesatuan TNI AD, 22 Penganiaya Prada Lucky Ajukan Banding
Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Jumat 9 Januari 2026, Berpeluang Uji Level 9.000
Hujat Istri dan Tidak Beri Nafkah, Pelda Christian Namo Diproses Hukum dan Ditahan
Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS Hari Ini Jumat 9 Januari 2026, Dipengaruhi Sentimen Global