Ny. Endang Syah Afandin Terima Anugerah Tun Fatimah pada Konvensyen Dunia Melayu Dunia Islam
Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Presiden DMDI, TYT Tun Seri Setia Dr. Mohd Ali bin Mohd Rustam, kepada Ny. Endang Syah Afandin sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam pemberdayaan perempuan, pelestarian nilai budaya Melayu, serta peran aktif dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Langkat.
Baca Juga:
- Sempat Imbang dan Pemilihan Ulang, Ketua LBH Ansor Kota Semarang Arif Rahman Akhirnya Terpilih Jadi Ketua GP Ansor Kota Semarang
- Camat Sei Bingai Enggan Dikonfirmasi Terkait Kembali Beroperasinya THM Blue Night: Diduga Tak Jalankan Pengawasan
- Rinto Subekti Sosialisasikan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Modal Sosial Pembangunan Daerah
Tun Fatimah sendiri dikenal sebagai tokoh wanita hebat dari Kesultanan Malaka. Ia merupakan Srikandi Melayu yang gagah berani menentang penjajah Portugis. Nama besar dan keteladanannya menjadi simbol kemuliaan perempuan Melayu yang berani, cerdas, dan berdedikasi bagi bangsa.
Konvensyen DMDI ke-23 yang dihadiri tokoh-tokoh Melayu dan Islam dari 23 negara ini mengangkat tema "Mempersatukan Dunia Melayu: Memajukan Budaya, Ekonomi dan Nilai Peradaban." Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani, turut hadir Ketua DPD RI Sultan Najamuddin, serta Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI).
Dalam sambutannya, Ketua DMDI Indonesia sekaligus Presiden Pemuda Masjid Dunia, Datuk H. Said Aldi Al Idrus, menyampaikan komitmen pihaknya dalam program membersihkan 15 ribu rumah ibadah di Indonesia. Program tersebut menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang aman dan penuh toleransi.
Presiden DMDI, TYT Tun Seri Setia Dr. Mohd Ali bin Mohd Rustam, menegaskan bahwa terdapat lebih dari 280 juta umat Melayu Islam di dunia yang harus bersatu dalam membangun kemajuan dan perdamaian. Sementara itu, Menteri P2MI juga menekankan pentingnya peran DMDI dalam peningkatan kualitas serta perlindungan pekerja migran Indonesia.
Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani turut menyampaikan pandangannya bahwa kawasan Melayu memiliki potensi ekonomi besar dan dikenal sebagai wilayah yang damai, ramah, serta menjunjung tinggi nilai toleransi.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penganugerahan gelar kepada sejumlah tokoh Melayu. Salah satunya kepada Ny. Endang Kurniasih Syah Afandin, yang dinilai konsisten mendorong pemberdayaan keluarga dan perempuan di Langkat melalui program-program TP PKK.
Dalam kesempatan ini, Ny. Endang Syah Afandin menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diberikan. Baginya, gelar ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus mengabdi dan menghadirkan manfaat lebih besar bagi masyarakat.
Penghargaan tersebut turut disaksikan oleh Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Arie Ramadhany, S.IP, M.SP, Kadis Pariwisata Nur Elly Heriani Rambe, MM, Kadis Perindag Ikhsan Aprija, S.STP, M.Si, dan Kabag Kesra Muhammad Suhaimi, S.STP, M.SP.
Konvensyen DMDI ke-23 dijadwalkan akan melahirkan berbagai kerja sama strategis untuk menjawab tantangan pembangunan peradaban Melayu yang semakin maju dan terhormat di pentas dunia.
Sempat Imbang dan Pemilihan Ulang, Ketua LBH Ansor Kota Semarang Arif Rahman Akhirnya Terpilih Jadi Ketua GP Ansor Kota Semarang
Camat Sei Bingai Enggan Dikonfirmasi Terkait Kembali Beroperasinya THM Blue Night: Diduga Tak Jalankan Pengawasan
Rinto Subekti Sosialisasikan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Modal Sosial Pembangunan Daerah
Ekonomi Tangguh, Bangsa Utuh: Rinto Subekti Kuatkan Pilar Kebangsaan di Wonogiri
Tinjau Lokasi Pengungsian Langkat, Prabowo Pastikan Terus Pantau Pemulihan Bencana di Sumut