Wartawan Tewas Ditembak, Keluarga: Sering Beri Anak Yatim, Sekarang Anaknya Jadi Yatim
digtara.com – Kematian salah seorang wartawan media online, Mara Salem Harahap yang tewas ditembak oleh orang tak dikenal (OTK) menyisakan kesedihan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Baca Juga:
Bagaimana tidak, korban dikenal sebagai tulang punggung keluarga. Bahkan, keperluan sang ibu, ia juga yang menanggungnya.
“Semua keperluan mamak, dia yang menanggung setiap bulan. Semualah kalau mamak itu tanggungan dia. Termasuk kalau lagi sakit,” ujar kakak korban, Farida Insara Harahap kepada wartawan di RS Bhayangkara Medan, Sabtu (19/6/2021).
Selain itu, korban juga kerap memberikan makanan kepada anak yatim, terutama di hari Jumat.
Sekarang, ayah yang mempunyai 2 orang anak itu kini harus pergi untuk selama – lamanya setelah peluru bersarang dibagian paha kaki sebelah kiri dan menembus hingga ke daerah kemaluannya.
“Setiap Jumat barokah dia memberi ke anak yatim. Sekarang anaknya yang menjadi anak yatim,” ungkapnya.
Pernah Dikeroyok Terkait Pemberitaan
Dimatanya, sang adik terkenal frontal terhadap pemberitaan apalagi terkait narkotika maupun tindak kejahatan lainnya. Bahkan, sang adik juga pernah dikeroyok oleh beberapa orang terkait pemberitaan yang dimuat di medianya.
“Sering, pernah dia dikeroyok beberapa tahun yang lalu. Sekitar 3 tahun yang lalu. Soal pemberitaan juga. Pemberitaan soal narkoba, bandar judi gitu. Mungkin ada yang keberatan,” tegasnya
Ia berharap pihak kepolisian dapat mengusut tuntas kasus tersebut sehingga pelaku yang membuat sang adik meninggal dunia agar segera ditangkap dan diadili seadil-adilnya.
“Mudah-mudahan cepat dapat ditemukan pelakunya. Itulah harapan kami dak diadili dengan se adil-adilnya. Sesuai dengan perbuatannya dia yakan,” tutupnya
Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah Dukung Penuh Langkah PBNU dalam Merespon Pemberitaan Trans7 yang Dinilai Mencoreng Martabat Pesantren
Ribut Pasca Mabuk Miras, Sejumlah Pemuda di Kupang Diamankan Polisi
Tersangka Pembuang Bayi di Kupang Dilimpahkan ke Kejaksaan
Dinkes dan BKD Langkat Bantah Tudingan Pungli: Proses Kenaikan Jabatan Sesuai Regulasi Nasional
Ketua DPRD Sumut Sambut KoJAM Dalam Kolaborasi Pemberitaan