Pembekuan Rekening Aktivis Dinilai Mirip Taktik Rezim Otoriter, Apa Dampaknya bagi Gerakan Sipil?
Pemulihan Kepercayaan Dinilai Penting
Masduki menilai penyelesaian persoalan pembekuan rekening tidak cukup hanya dilakukan melalui permintaan maaf.Baca Juga:
Ia juga menekankan pentingnya menjaga batas antara kewenangan aparat, lembaga perbankan, dan aktivitas masyarakat sipil.
Dengan demikian, pembekuan rekening tidak menjadi instrumen yang justru membatasi kebebasan masyarakat dalam menyampaikan kritik dan aspirasi.
Pembekuan rekening aktivis menjadi perhatian karena dinilai dapat berdampak langsung terhadap aktivitas dan pendanaan gerakan masyarakat sipil. Masduki dari PSAD UII menyebut pola tersebut memiliki kemiripan dengan strategi pembatasan yang digunakan rezim otoriter.
Di sisi lain, dasar hukum dan alasan pembekuan rekening tetap menjadi hal penting yang perlu dijelaskan secara terbuka. Transparansi, independensi lembaga perbankan, serta perlindungan terhadap ruang penyampaian aspirasi menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik.
Baca Juga:
Follower Raffi Ahmad di Instagram Tiba-tiba Menyusut, Ini Sebabnya
Kepentingan Politik Presidential Threshold