IHSG Parkir di Zona Merah
digtara.com | JAKARTA – Pada perdagangan Selasa (21/1/2020) pagi. Pada pukul 9.08 WIB pagi ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka turun. Di mana IHSG turun 14 poin atau 0,22% ke 6.231.
Baca Juga:
Penurunan delapan indeks sektoral menyeret IHSG ke zona merah. Sektor industri dasar melorot 0,69%. Sektor tambang tergerus 0,57%. Sektor barang konsumen turun 0,37%. Sektor manufaktur melemah 0,43%.
Hanya dua sektor yang pagi ini masih menguat. Sektor perkebunan naik 0,45%. Sektor aneka industri naik 0,03%.
Top losers LQ45 pagi ini adalah:
PT Waskita Karya Tbk (WSKT) -2,91%
PT XL Axiata Tbk (EXCL) 2,68%
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) -2,40%
Top gainers LQ45 terdiri dari:
PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) 0,68%
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) 0,66%
PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) 0,29%
Investor asing mencatat net buy alias beli bersih Rp 5,18 miliar. Saham-saham dengan pembelian bersih terbesar asing adalah PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) Rp 14 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 6,7 miliar, dan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPS) Rp 4 miliar.
Saham-saham dengan net sell terbesar asing adalah PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 4,5 miliar, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) Rp 3,2 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 2,2 miliar.
IHSG Berpeluang Lanjut Menguat ke 6.219 Hari Ini, Simak Rekomendasi Saham AADI, BBRI, DEWA, dan TINS
IHSG Ditutup Turun ke 6.091,39 pada 29 Juli 2026, Saham BUMI, MBMA, dan AMRT Jadi Pemberat
IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.130,58, Pelaku Pasar Menanti Keputusan Suku Bunga The Fed
IHSG Ditutup Melemah ke 6.185,78, Saham BREN, TLKM, dan BBRI Jadi Pemberat Indeks
IHSG Hari Ini Diprediksi Masih Tertekan, Harga Minyak dan Tarif Impor AS Jadi Sentimen Utama