Bocah di Amfoang-Kupang Tewas Tertindih Pohon Tumbang
Caterina meminta Simon memotong tangkai dari beberapa buah kelapa yang sementara berada di bagian perut dan dada korban. Caterina pun mengangkat korban dan menyerahkan korban ke Yohanis untuk digendong.
Baca Juga:
Namun saat digendong, Yohanis melihat korban menarik napas 1 kali agak kencang dan setelah itu korban terlihat sudah tidak bernafas lagi.
Kasus ini dilaporkan Usias Tamelab ke Pos Polisi Amfoang Barat Laut pada Rabu (13/3/2024).
Korban sempat dibawa ke Pustu Oelfatu untuk pemeriksaan medis. Dari hasil pemeriksaan medis yang dilakukan Semry Banu, terdapat luka pada punggung kaki kanan korban yang diduga terkena pelepah daun kelapa. Perut korban pun bengkak dan keras. Hidung mengeluarkan cairan putih.
Kesimpulan yang didapat, diduga korban meninggal karena hantaman benda keras (buah kelapa) di bagian dada dan perut yang menyebabkan korban susah bernafas dan meninggal dunia.
Visum disaksikan Sekretaris Desa Oelfatu, Saldin Adony Haumeny, Kaur Pem Desa Oelfatu, Daniel Oematan, Kaur Perencanaan Desa Oelfatu, Arnolus Tamelab, Kepala Dusun II Desa Oelfatu, Felky Yoktam Taemnanu, Ketua RW O4, Filipus Banu dan Ketua RT 07, Dominggus Taemnanu.
Kapolsek Amfoang Utara, Iptu I Nyoman Sarjana yang dikonfirmasi Rabu (13/3/2024) membenarkan kejadian ini.
Ia mengaku kalau peristiwa tersebut baru dilaporkan keluarga pada Rabu 13 Maret 2024 pukul 07. 00 Wita karena pada Selasa malam cuaca angin kencang hingga Rabu pagi ditambah jaringan hilang dan listrik padam.
SMA Negeri 1 Kupang Gandeng Polisi-Jaksa Dan Ombudsman Sosialisasikan Proses SPMB
Aniaya Gadis Dibawah Umur, ASN di Kota Kupang Segera Disidangkan
Pasutri di Kupang Ribut Gara-gara Dana PKH
Puluhan Remaja Di Kupang Rusaki Fasilitas Sekolah, Orang Tua Siap Ganti Rugi
Kecelakaan Tunggal di Kupang, Mahasiswa Asal Kabupaten TTS Meninggal Dunia