Kisah Tragis 3 Pemudik Lewat Sungai Demi Hindari Penyekatan, Akhirnya Tewas Tenggelam
digtara.com – Penyekatan yang dilakukan aparat kepolisian ternyata tak membuat banyak orang menghentikan keinginan untuk mudik lebaran. Bahkan ada yang memaksa dengan cara apapun. Salah satunya yang dilakukan pemudik di Riau ini.
Baca Juga:
Demi bertemu anak istrinya di Sumatera Barat, ia nekat memilih jalur mudik lewat sungai. Akibatnya, bukannya bertemu anak istri, ia malah bertemu sang kholik atau sang pencipta.
Dilansir dari Riauonline.co.id, Nofi Arisman (31) harus meregang nyawa karena tenggelam pada Jumat (14/5/2021) lalu. Ia tewas tenggelam bersama dua rekan lainnya yakni Rajis dan Fadil.
Rizky Afriadi rekan Nofi Arisman mengaku tak menduga sahabatnya meninggal dunia dalam perjalanan mudik lebaran.
Pria yang akrab disapa Kiki bercerita, sehari sebelum keberangkatan sahabatnya, mereka sempat ngobrol bersama. Menurut Kiki, Nofi nekat berangkat mudik lebaran karena ingin berjumpa anak dan istrinya dan berlebaran bersama.
“Sebelum berangkat ke Sumbar, hari Selasa dia sama saya, tetap nekat berangkat gimanapun ceritanya. Karena ia ingin melihat kondisi anak dan istri beliau di Sumbar,” ujar Kiki melansir riauonline, Minggu (16/5/2021).
Menurutnya, sahabatnya juga nekat berangkat lewat jalur perairan sebab sudah banyak pemudik yang lewat jalur sungai tersebut.
Mereka diberitahu jalan oleh masyarakat setempat. Dengan menyewa perahu motor Rp 250 ribu, pemudik dari Riau bakal diantar sampai daerah Pangkalan.
Akhirnya, kata Kiki, Nofi pun berangkat bersama tiga orang lainnya. Mereka yakni Rahman Rahim (adik), Fadil Arisandi (keponakan), dan Rajid (teman Nofi).
“Kondisi jalan sudah dilakukan penyekatan. Nono (Nofi Arisman) tetap ingin mudik. Namun naas, musibah menimpa mereka,” ucapnya.
Sebelumnya diberitakan, demi menghindari penyekatan jalan di jalur darat perbatasan Riau-Sumbar, empat orang pemudik memilih pulang ke kampung halaman melewati jalur perairan.
Mereka menyewa sebuah perahu mesin warga di Desa Tanjung, Kecamatan Koto Kampar Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, sehari menjelang lebaran, Rabu, (12/5/ 2021).
Perahu mesin tersebut bergerak melewati Sungai Kopu di Desa Tanjung serta menyisir (hulu) arus sungai yang cukup deras (melawan arus).
Sesampainya di Toluok Subanio, perahu yang ditumpangi empat orang ini oleng dan terbalik di Sungai Batang Kapur Taluak Sabanio, Nagari Muaro Paiti, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar.
Pemudik atas nama Rahman Rahim (20) yang selamat melaporkan peristiwa itu kepada petugas Basarnas di Pos Damkar Kapur IX.
“Menurut keterangan korban yang selamat, rekannya bertiga tidak bisa berenang,” ucap Komandan Pos SAR Limapuluh Kota, Robi Saputra, Jumat, (14 /5/2021).
Robi mengatakan ketiga korban yang mudik menyeberangi sungai itu berhasil ditemukan di lokasi yang berbeda-beda dalam keadaan meninggal. Korban pertama Rajis ditemukan di kawasan Tanjung Kampar sekitar pukul 07.25 WIB. Lalu korban Fadil ditemukan di Candi Muara Takus sekitar pukul 09.17 WIB.
Korban terakhir adalah Nofiarisman alias Nono ditemukan di kawasan Pulau Antuan sekitar pukul 11.15 WIB.
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat
Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS
Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya
Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia
Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur