Refleksi Hari Guru Nasional (HGN) 25 November 2025; Sekolah 6 Hari Kenapa Takut?
digtara.com - Hari ini Selasa tanggal 25 November 2025 kita memperingati Hari Guru Nasional (HGN). Guru adalah pahlawan tanda tanda jasa yang penuh ikhlas mengabdi untuk bangsa dan negara untuk mencerdaskan generasi muda calon pemimpin masa depan.Pada momentum peringatan hari guru tahun ini khususnya bagi kita warga Jawa Tengah sangat penting untuk memperhatikan langkah.
Baca Juga:
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang sedang mempertimbangkan untuk mengembalikan sistem sekolah enam hari dalam sepekan. Kebijakan tersebut masih dalam tahap kajian mendalam yang melibatkan kalangan akademisi, pakar pendidikan, serta berbagai elemen masyarakat.
Secara normatif, kebijakan lima hari sekolah yang selama ini diterapkan sebenarnya bertujuan positif, yaitu memberi kesempatan bagi peserta didik untuk lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga. Namun, hasil evaluasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menunjukkan bahwa banyak orang tua justru yang tetap bekerja hingga enam bahkan tujuh hari dalam seminggu, sehingga dua hari libur anak-anak sering kali berlalu tanpa pendampingan.
Justru hal ini yang membuat anak usia sekolah sering melakukan aktivitas di luar kontrol keluarga dan banyak yang terjebak dalam pergaulan bebas yang justru membahayakan generasi muda dan kontra produktif dengan maksud pendidikan. Pemerintah Jawa Tengah sebelum memutuskan kebijakan tersebut sebaiknya melakukan kajian komprehensif melibatkan para pakar pendidikan, pihak akademisi dari perguruan tinggi, hingga legislatif supaya nantinya dapat merumuskan kebijakan yang tepat.
Baca Juga:
*Evaluasi Sekolah Lima Hari*
*Sekolah lima hari di Indonesia mulai diberlakukan pada tahun ajaran 2017/2018, berdasarkan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada awal Juni 2017. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi proses belajar mengajar dan kualitas waktu keluarga di akhir pekan.
Pelaksanaan sekolah lima hari yang sudah diterapkan di Jawa Tengah mendapatkan evaluasi dari masyarakat. Di antara evaluasi masyarakat terhadap sekolah lima hari di Indonesia antara lain:
1. *Kurangnya waktu belajar*: Dengan hanya lima hari sekolah, waktu belajar siswa menjadi lebih singkat, yang dapat berdampak pada kualitas pendidikan.
2. *Pengawasan orang tua*: Banyak orang tua yang bekerja dan tidak dapat mengawasi anak-anak mereka di rumah, sehingga anak-anak dapat lebih mudah terpapar pengaruh negatif.
3. *Kegiatan ekstrakurikuler*: Kegiatan ekstrakurikuler seperti praskolah, les, dan kegiatan lainnya mungkin tidak dapat dilaksanakan secara efektif dengan jadwal sekolah lima hari.
Baca Juga:
4. *Transportasi*: Siswa yang tinggal jauh dari sekolah mungkin mengalami kesulitan transportasi dengan jadwal sekolah lima hari.
5. *Kurangnya waktu untuk kegiatan sosial*: Siswa mungkin memiliki waktu yang lebih sedikit untuk berinteraksi dengan teman-teman dan melakukan kegiatan sosial lainnya.
*Mengembalikan Sekolah Enam Hari*
Atas evaluasi di atas maka muncul wacana dari pemerintah provinsi Jawa Tengah untuk mengembalikan sekolah enam hari dengan alasan antara lain:
1. *Waktu belajar lebih panjang*: Dengan enam hari sekolah, siswa memiliki waktu belajar yang lebih panjang, sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan.
2. *Pengawasan lebih ketat*: Dengan jadwal sekolah yang lebih panjang, orang tua dapat lebih mudah mengawasi anak-anak mereka dan memastikan mereka melakukan tugas-tugas sekolah.
Baca Juga:
3. *Kegiatan ekstrakurikuler lebih banyak*: Sekolah enam hari memungkinkan kegiatan ekstrakurikuler seperti praskolah, les, dan kegiatan lainnya dapat dilaksanakan secara lebih efektif.
4. *Transportasi lebih mudah*: Siswa yang tinggal jauh dari sekolah dapat lebih mudah mengatur transportasi dengan jadwal sekolah enam hari.
5. *Waktu untuk kegiatan sosial*: Siswa masih memiliki waktu untuk berinteraksi dengan teman-teman dan melakukan kegiatan sosial lainnya di luar jam sekolah.
Walhasil saya mendukung langkah pemprof Jateng yang akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan sekolah lima hari dan jika perlu dikembalikan menjadi sekolah enam hari supaya pembelajaran bisa berjalan lebih baik.
Untuk tahap awal, pada tahun 2026, rencana tersebut sudah bisa diberlakukan untuk jenjang SMA dan SMK sebagai kewenangan pemerintah provinsi. Kemudian pada tahun 2027 kebijakan serupa dapat diperluas ke tingkat SD, SMP, bahkan PAUD yang dikelola pemerintah kabupaten/kota.
*Penulis*: Dr. M. Kholidul Adib, M.Si., Direktur Eksekutif The Justice Institute.
Baca Juga:
Artikel ini ditulis Adib di sela-sela menjadi panelis Uji Publik Monev Keterbukaan Informasi Publik Badan Publik tingkat Jawa Tengah oleh Komisi Informasi Publik (KIP) Jawa Tengah di Gedung BPSDM Jateng Srondol Kota Semarang, Selasa 25 November 2025.
HAB ke-80, Sinergi Pemprov Jateng dengan Kemenag Wujudkan Kerukunan Masyarakat
Cetak Kader Penggerak Kerukunan dan Duta Moderasi Beragama di Kalangan Generasi Muda, FKUB Muda Jateng Gelar Sekolah Kerukunan
Pemprov Sumut Sediakan Internet Gratis di Sekolah, Perkecil Kesenjangan Digital
Dua Bocah Sekolah Dasar di Kupang Dicabuli Kuli Bangunan
Ketua DPKS Dr Budiyanto: Pendidikan Karakter Anak Tanggung Jawab Bersama