Gegara Pemuda Mabuk, Dua Desa di Kabupaten TTS Saling Serang

  • Whatsapp
Aparat kepolisian Polsek KiE saat bertemu warga dua desa yang bertikai
Aparat kepolisian Polsek KiE saat bertemu warga dua desa yang bertikai (digtara.com/imanuel lodja)

digtara.com – Sejumlah warga dari dua desa di Kecamatan Ki’e, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) terlibat aksi saling serang, Senin (28/12/2020). Gegara Pemuda Mabuk

Aksi saling serang antara warga Desa Nekmese dan Desa Belle ini merupakan imbas dari pengeroyokan sejumlah pemuda. Seorang warga asal Kabupaten Kupang yang kebetulan tinggal sementara di rumah kerabatnya di desa Belle dikeroyok pemuda mabuk minuman keras.

Kapolsek Ki’e, Ipda Sunaryo, SH, Senin, menyebutkan kalau pihaknya menerima laporan terkait kasus penganiayaan dan pengeroyokan yang berimbas pada aksi tawuran.

Muat Lebih

Korban pengeroyokan awal adalah Yekial Selan (32) dan istrinya Yunita Serliana Taklal yang merupakan warga Desa Oetete, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang.

Ia mengaku dianiaya dan dikeroyok Yanto Funome, Titus Selan, Yusak Taneo dan Res Sayuna.

Baca: Banser NU Kupang Bantu Pengamanan Rumah Ibadah Selama Natal

Korban Yekial bersama Istri dan anaknya kembali dari kebun di Oesena, Desa Nekmese ke rumah orang tua di Mnelalete, Desa Belle dengan mengendarai sepeda motor.

Saat tiba di depan SD GMIT Belle II, ada 4 pemuda (para pelaku) yang sedang mengkonsumsi minuman keras dan tidur di jalan raya.

Saat melintas, para pelaku yang saat itu mabuk tersinggung karena korban tidak menegur.

Hal ini menimbulkan percecokan mulut, namun korban Yekial Selam tidak peduli dan meneruskan perjalanan ke rumahnya.

Baca: ASN Dinas Sosial NTT Ditemukan Membusuk dalam Kamar Kos

Dalam perjalanan ternyata para pelaku membuntuti korban dengan menggunakan 2 unit sepeda motor.

Sekitar jarak 1,5 kilometer tepatnya di Oenia (lokasi kejadian), para pelaku langsung mencegat korban bersama istrinya.

Terjadi pengeroyokan terhadap korban oleh 4 orang pelaku tersebut dan oleh istri korban tidak berdaya untuk menyelamatkan suaminya.

Baca: Jelang Natal, Polisi Semprot Disinfektan ke Sejumlah Gereja di Kota Kupang

Korban ditendang, diinjak dan dipukul dengan kayu tepat di bagian dada.

Istri korban, sempat meminta maaf kepada para pelaku jikalau suaminya bersalah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan