Banjir dan Tanah Longsor Landa 14 Kecamatan di Kabupaten Lebak

Minggu, 06 Desember 2020 20:46
viva.co.id
Banjir dan Tanah Longsor Landa 14 Kecamatan di Kabupaten Lebak

digtara.com – Bencana tanah longsor dan banjir merendam sdikitnya di 14 dari 28 Kecamatan di Kabupaten Lebak, Banten. Banjir dan Tanah Longsor

Total rumah yang terkena bencana alam berjumlah 1.200 unit, dengan rusak berat sebanyak 42 unit. Bahkan tiga orang santri terbawa arus air. Beruntung, dua bisa diselamatkan, namun satu orang lagi masih dalam pencarian.

“Akibat bencana, ada 14 kecamatan serta 37 desa terdampak, 1.200 rumah terendam banjir, 11 rumah rusak ringan, 5 rumah rusak sedang, 13 rumah rusak berat, 29 rumah rusak akibat longsor,” kata PLt BPBD Lebak, Febby Rezki Pratama, saat dikonfirmasi melalui pesan elektroniknya, Minggu (6/12/2020).

Berdasarkan data yang diberikan oleh Febby, Kecamatan Wanasalam ada 153 rumah yang terendam, Kecamatan Cijaku ada 82 rumah, Kecamatan Cigemblong tiga rumah, Kecamatan Malingping ada 27 rumah.

Selanjutnya di Kecamatan Cirinten ada 34 rumah, Bojongmanik 10 rumah, Leuwidamar 373 rumah, Gunungkencana 50 rumah, Banjarasari 419 rumah, Cileles 9 rumah, dan Kecamatan Cimarga ada 40 rumah.

Amblas

Tanah longsor juga merusak sejumlah rumah, berada di Kecamatan Muncang yang merusak tujuh rumah, Lebak Gedong ada empat rumah rusak, Cirinten 15 rumah rusak dan Kecamatan Cipanas ada tiga rumah rusak.

Baca: Takut, Sebagian Pengungsi Korban Banjir Tak Mau Jalani Swab Test

“Infrastruktur yang rusak ada jalan amblas sepanjang 10 meter di Kecamatan Muncang, SD 1 Filial di Muncang rusak, jalan poros desa di Bojongmanik amblas sepanjang 10 meter, jembatan gantung di Malingping ambruk,” terangnya.

Menurut Feby, ketinggian air di Sungai Ciberang mencapai 580 cm dengan status awas. Nahas bagi santri yang terbawa arus di Sungai Cikangkahan, Kecamatan Malingping, dari tiga orang, dua santri berhasil diselamatkan, sedangkan satu lagi masih dalam pencarian.

Laman: 1 2

Berita Terkait