Jokowi Mengenang 2020 Tahun Penuh Ujian dan Tantangan
digtara.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenang tahun 2020 sebagai tahun penuh ujian dan tantangan. Ia menyampaikan hal itu melalui unggahan dalam akun instagram resmi @jokowi pada malam pergantian tahun baru.
Baca Juga:
“Akhirnya, sampai jua kita di penghujung tahun 2020, tahun yang penuh ujian dan tantangan,” ujar Jokowi dalam unggahannya, dikutip Jumat (1/1).
Menurut Jokowi, tahun 2020 akan dikenang satu generasi sebagai tahun ketika dunia dicengkeram pandemi.
Bagi Indonesia, sambungnya, pandemi covid-19 menjadi batu ujian yang beririsan dengan berbagai bidang kehidupan selain kesehatan dan perekonomian.
Dalam unggahan yang sama ia juga menyertakan video berisi kaleidoskop momen yang menjadi catatan dan ingatan tentang Indonesia sepanjang tahun lalu.
Di Mulai Maret
Pada Maret 2020, Indonesia mencatat dua kasus pertama virus corona. Setelah itu, pemerintah membentuk gugus tugas khusus untuk menanganinya.
Pemerintah juga menerapkan kebijakan bekerja dan belajar di rumah untuk mengurangi penyebaran covid-19. Di saat yang sama, pemerintah melakukan refocusing anggaran untuk penanganan pandemi.
Kemudian, April 2020, pemerintah mengumumkan penambahan belanja negara sebesar Rp405,1 triliun untuk menangani dampak covid-19. Aktivitas mudik Hari Raya Idul Fitri juga dilarang.
Mei 2020, pemerintah menetapkan target 10 ribu per hari pemeriksaan spesimen Covid-19 dengan metode PCR. Pemerintah juga menyiapkan standar adaptasi normal baru (new normal).
Selanjutnya, Juli 2020, pemerintah membentuk Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Indonesia juga mendapatkan komitmen pengadaan vaksin corona hingga 290 juta hingga akhir 2021.
Pada bulan yang sama, pemerintah meluncurkan Program Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro dan Bantuan Subsidi Upah untuk pekerja berpendapatan di bawah Rp5 juta.
September 2020, pemerintah terus menambah kapasitas fasilitas kesehatan dan tempat isolasi covid-19.
Desember 2020, pemerintah menerima 1,2 juta vaksin corona buatan Sinovac. Vaksinasi akan diberikan gratis dan dilakukan bertahap mulai Januari 2021.
“Pandemi ini memang belum berakhir. Sebagai bangsa besar yang telah melayari berabad-abad masa dan peradaban, Indonesia selalu dapat melewati berbagai tantangan dan kesulitan dengan modal persatuan dan kesatuan,” ujarnya. (*)
Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah Dukung Penuh Langkah PBNU dalam Merespon Pemberitaan Trans7 yang Dinilai Mencoreng Martabat Pesantren
Ribut Pasca Mabuk Miras, Sejumlah Pemuda di Kupang Diamankan Polisi
Tersangka Pembuang Bayi di Kupang Dilimpahkan ke Kejaksaan
Dinkes dan BKD Langkat Bantah Tudingan Pungli: Proses Kenaikan Jabatan Sesuai Regulasi Nasional
Ketua DPRD Sumut Sambut KoJAM Dalam Kolaborasi Pemberitaan