Jumat, 23 Februari 2024

Update Korona Sumut 11 Mei: 196 Positif, 48 Sembuh, 24 Meninggal

- Senin, 11 Mei 2020 15:55 WIB
Update Korona Sumut 11 Mei: 196 Positif, 48 Sembuh, 24 Meninggal

digtara.com -  Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumatera Utara (Sumut) kembali mengumumkan update data korban terpapar virus korona (Covid-19) hingga Senin 11 Mei 2020 pukul 16.00 WIB.

Baca Juga:

Yakni sebanyak 151 orang pasien dalam pengawasan (PDP) tengah dirawat di RS, dan 196 orang dinyatakan positif Covid-19 atau bertambah 17 orang dari hari sebelumnya. Pasien yang sembuh tetap 48 orang, sedangkan yang meninggal dunia sebanyak 24 orang.

“Perkembangan positif dapat membuat tugas tenaga kesehatan menjadi semakin berat. Itu mengapa kami selalu mengajak warga Sumut untuk menjalankan protokol kesehatan untuk mencegahnya,” papar Juru Bicara (Jubir) GTPP Covid-19 Sumut Whiko Irwan di ruang Media Center GTPP Covid-19 melalui siaran langsung melalui akun Youtube Humas Sumut, Senin (11/05/2020).

Karena itu Whiko meminta masyarakat memahami bahwa tanpa penggunaan masker, resiko penularan bisa mencapai 70 persen. “Resiko penularan akan semakin menurun hingga di bawah 1 persen bila semua menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari keramaian,” jelasnya.

Putus Mata Rantai Covid-19, Wajib Masker dan Jaga Jarak

GTPP Covid-19 Sumut kembali meminta kepada seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan Covid-19. Whiko menyampaikan angka penularan dan penyebaran Covid-19 belum menunjukkan angka penurunan.

Sebab wabah ini bisa bertambah tanpa diketahui keberadaannya jika menular kepada orang tanpa gejala (OTG). Karenanya, diminta kepada semua warga untuk mematuhi imbauan sesuai protokol kesehatan.

“Banyak yang tidak merasakan gejala, namun saat diperiksa hasilnya positif. Virus korona akan semakin sulit dibasmi kalau dengan mudah menemukan inangnya yang baru, yaitu orang yang tidak menggunakan masker dan yang tidak menjaga jarak,” tegas Whiko.

Jika kejadian seperti ini terus berjalan, maka pandemi tidak akan berakhir. Dampak kerugian akan semakin besar, baik dari segi ekonomi, sosial, budaya, pendidikan dan kesehatan. “Satu-satunya cara adalah memutus rantai penularan. Tanpa adanya penularan, virus akan dimusnahkan oleh imunitas tubuh kita. Dan tanpa adanya penularan, maka virus korona yang ada di lingkungan kita akan musnah dengan sendirinya,” tandas Whiko.

[ya]

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Komentar
Berita Terbaru