Jumat, 08 Mei 2026

Motivasi Catar Akpol, Kapolda NTT Minta Masyarakat Laporkan Pelanggaran Pada Layanan Call Center 110

Imanuel Lodja - Jumat, 08 Mei 2026 06:00 WIB
Motivasi Catar Akpol, Kapolda NTT Minta Masyarakat Laporkan Pelanggaran Pada Layanan Call Center 110
ist
Motivasi Catar Akpol, Kapolda NTT Minta Masyarakat Laporkan Pelanggaran Pada Layanan Call Center 110

digtara.com -Sebanyak 45 calon taruna dan taruni (Catar) Akademi Kepolisian (Akpol) pada Panitia Daerah (Panda) Polda NTT tahun 2026 mulai mengikuti ujian akademik, Kamis (7/5/2026).

Baca Juga:

Peserta ini terdiri dari 41 orang pria dan empat orang wanita.

Ujian akademik dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) dipusatkan di SMAN 3 Kupang menggunakan tiga laboratorium.

Pengawasan ketat dilakukan panitia sejak pagj hari.

Seluruh barang bawaan peserta termasuk tas diperiksa. Handphone peserta diminta dimatikan dan disimpan dalam tas.

Peserta hanya bisa membawa KTP dan alat tulis di lokasi ujian. Sebelum masuk ke ruang ujian, peserta diperiksa secara teliti oleh panitia dan pengawas.

Baca Juga:

Ujian hari pertama untuk pengetahuan umum dan wawasan kebangsaan.

Di tengah keseriusan para peserta menghadapi tahapan seleksi, hadir langsung Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko untuk memberikan semangat sekaligus memastikan proses seleksi berjalan bersih, transparan, dan bebas dari praktik percaloan.

Didampingi Karo SDM Polda NTT, Kombes Pol Dr. H. Juli Agung Pramono serta sejumlah pejabat utama Polda NTT, Kapolda menyapa satu per satu peserta

Kapolda NTT juga memberikan pesan kepada para calon taruna dan taruni Akpol agar tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang mengaku bisa meluluskan peserta.

"Jangan sampai kalian jadi korban penipuan. Jangan percaya kalau ada orang yang datang, entah itu masyarakat, anggota polisi, bahkan panitia sekalipun, yang menjanjikan kelulusan," tegas Irjen Pol Rudi Darmoko di hadapan peserta.

Kapolda menegaskan bahwa tidak ada satu pun pihak yang dapat menjamin kelulusan dalam proses seleksi Akpol.

"Tidak ada yang bisa membantu menjamin kalian lulus. Saya sebagai Kapolda saja tidak bisa menjamin kalian lulus, apalagi panitia atau masyarakat. Kalau ada yang datang menawarkan bantuan, itu bohong," ujarnya.

Kapolda bahkan meminta agar setiap upaya percaloan segera dilaporkan, termasuk melalui layanan darurat 110.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru