Begini Pengakuan Perempuan Yang Diduga 'Jual' Anak Dibawah Umur Di Kota Kupang
Baca Juga:
"Korbannya kebanyakan dibawah umur," jelas dia.
Namun SD mengaku praktik ini baru ia lakukan tetapi tidak menyebut sejak kapan tepatnya perdagangan orang seperti ini ia lakukan.
Baca Juga:SD juga menggunakan handphone yang dibawa SHR untuk berkomunikasi dan mengunduh Michat, salah satu aplikasi kencan online.
Handphone itu juga telah digadaikannya di salah satu tempat di bilangan Oeba untuk mendapatkan sejumlah uang senilai Rp 600.000.
LM, ibu kandung SHR menyebut handphone tersebut adalah miliknya yang dibawa SHR selama berhari-hari.
LM juga mengakui SHR mengalami perubahan perilaku setelah berkenalan dengan SD pada Februari 2026.
Salah satunya, SHR tak pergi ke sekolah untuk ujian sampai tak lagi aktif menjadi pelajar.
Baca Juga:LM sendiri tidak pernah bertemu dengan SD. namun anaknya (SHR) pernah menyampaikan bahwa SD ini sebelumnya viral terkait keterangannya soal kasus tewasnya Lucky Sanu (22) dan Delfi Foes (16).
Anaknya juga sempat tak pulang ke rumah selama empat hari dengan alasan menginap di rumah teman dan akan mengikuti latihan menari di sekolah.
Namun setelah dicek oleh kakaknya kepada sejumlah teman SHR hal tersebut tidak pernah terjadi.
Beberapa dari pelaku tersebut sudah diamankan pihak Ditres PPA dan PPO Polda NTT untuk kepentingan penyelidikan.
Baca Juga:
Video Asusila Anggota Polres Rote Ndao Dengan Seorang Wanita Viral, Anggota Langsung Diproses Hukum
Tersangka Kasus Eksploitasi Seksual Anak Di Kupang Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara
Dua Pemuda Bawa Sajam Diamankan Anggota Polsek Maulafa Saat Patroli
Polisi Amankan Perempuan Terkait Kasus Penjualan Anak Perempuan di Kota Kupang
Bocah Perempuan Di Sumba Barat Daya Jadi Korban Pencabulan Ayah Kandung