Belasan Warga Di Belu-NTT Jadi Korban Gigitan Kucing Rabies
digtara.com -Sebanyak 11 orang warga di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi korban gigitan kucing rabies.
Baca Juga:
Kasus ini terjadi di Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, Belu pada Minggu (15/3/2026) malam.
Korban gigitannya tersebar di RT 12 RW 03 dan RT 013 Kelurahan Manumutin.
Baca Juga:Sementara kucing tersebut sudah diperiksa dengan tes cepat dan hasilnya positif rabies.
Ia menyebut kucing yang menggigit warga ini bukan kucing liar tetapi merupakan peliharaan.
Kucing tersebut kemungkinan digigit oleh hewan lainnya yang membawa virus rabies.
Petugas dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Belu langsung dikerahkan menuju lokasi kejadian perkara.
Petugas turun bersama masyarakat, camat, lurah, dan pihak BPBD Belu.
Baca Juga:Kucing tersebut kemudian diamankan dan dilakukan pemeriksaan di laboratorium kesehatan hewan milik Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Belu.
"Hasil pemeriksaan rapid test cepat didapatkan bahwasanya kucingnya terkena virus rabies. Positif rabies," tambahnya.
Sementara para korban mendapat penanganan medis dibawah kewenangan Dinas Kesehatan Belu.
"11 orang korban sudah tertangani semua," ujarnya.
Terhitung pada Senin (16/3/2026), lanjut dia, pihaknya sudah melakukan vaksinasi terhadap hewan penular rabies (HPR) sesuai penelusuran jejak di sekitar lokasi kejadian.
Baca Juga:"Baik itu kucing maupun anjing di lokasi tersebut dan hari ini petugas kami dalam bentuk pokja 30 orang melakukan penyisiran dan mendapatkan 124 hewan penular rabies. Kucingnya ada 77 ekor yang divaksin, sisanya anjing," tambahnya lagi.
Proses penyisiran khusus ini dilanjutkan pada Selasa (17/3/2026) apabila tidak terkendala lagi akibat cuaca buruk.
Penyisiran ini dilaksanakan juga pada wilayah yang berbatasan dengan kelurahan Manumutin.
Selanjutnya, kegiatan komunikasi informasi dan edukasi (KIE) akan digencarkan lagi.
Ia sendiri mengimbau warga di Kabupaten Belu terkhususnya di kelurahan ini untuk yang memiliki anjing, kucing, dan kera agar segera melapor sehingga bisa mendapatkan vaksinasi rabies oleh petugas.
Baca Juga:Imbauan ini telah disampaikan langsung dan juga melalui lurah hingga RT setempat.
"Masyarakat juga diminta untuk mengikat anjingnya atau termasuk mengkandangkan kucingnya. Ini untuk mencegah penularan dan memudahkan kita untuk memvaksinasi," tandasnya.
Konflik Warga Di Flores Timur Diakhiri Dengan Sumpah Adat
Polisi Di TTS Bantu Warga Kurang Mampu Melalui Program Rumah Harapan Kapolda NTT
Dua Pelajar Komplotan Pencuri Sapi Di Kupang Dibekuk Polisi, Tiga Orang Buron
Lokasi Judi Dekat Sekolah Di Tapal Batas NKRI-RDTL Dibubarkan Polisi
Distribusi Minyak Tanah Ilegal Antar Provinsi Digagalkan Anggota Satpolairud Polres Manggarai Barat