Pakai Drone Thermal, Pencarian Hari Keempat Korban Banjir di Nagekeo Masih Nihil
digtara.com -Pencarian tiga korban hilang akibat banjir bandang di Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo memasuki hari keempat pada Jumat (12/9/2025).
Baca Juga:
Sudah dua hari, pencarian menggunakan drone thermal.
Namun hingga hari keempat, hasil pencarian masih nihil.
Tiga korban yang dilaporkan hilang pasca banjir pada Senin (8/9/2025) belum juga ditemukan.
Korban yang masih hilang yakni Mariano Tom Busa Jago (29), warga Desa Sawu, Kecamatan Mauponggo, Sebastiana So'o (42) dan Desiderius Geraldi Jo, bocah berusia 14 bulan yang juga warga Desa Keliwatulewa, Kecamatan Mauponggo.
Area pencarian dan pergerakan Tim SAR gabungan dibagi.
SRU I dengan luas pencarian 5.33 kilometet melaksanakan penyisiran di sepanjang kali Desa Sawu sampai ke Muara pada titik koordibat 8°51'58.52"S - 121°12'21.12"E dan 8°53'32.04"S - 121°12'52.08"E.
Sementara SRU II dengan drone thermal dengan luas area pencarian 7.49 kilometer.
Tim gabungan yang terdiri dari personel Polres Nagekeo, TNI, Brimob, Basarnas, dan masyarakat melanjutkan upaya pencarian korban hilang akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kecamatan Mauponggo pada Sabtu (13/9/2025).
Kasat Samapta Polres Nagekeo, Iptu Haruna melaporkan bahwa hingga hari keempat pencarian, tercatat sudah lima korban meninggal dunia berhasil ditemukan, sementara tiga korban lainnya masih dalam pencarian.
Korban meninggal yang sudah ditemukan yaitu Eligius Sopi Bela (35), warga Desa Sawu, Kec. Mauponggo, Francelina Meli Boa (60), warga Kecamatan Boawae.
Maria Kondriani F. Nua, Balita berusia enam bulan, Agustinus Lena (56), warga Desa Lokalaba, Kecamatan Mauponggo dan Archiles Agustinus Busa Jago, bocah berusia 14 bulan, warga Desa Sawu, Kecamatan Mauponggo.
"Sejak Jumat pagi, personel Sat Samapta bersama tim gabungan melaksanakan apel persiapan dan melanjutkan pencarian dengan melakukan penyisiran jalur sungai serta pembongkaran tumpukan material banjir berupa batang pohon dan lumpur. Kendala utama di lapangan adalah banyaknya material banjir yang menutup akses pencarian," jelas Iptu Haruna pada Jumat malam.
Kapolres Nagekeo AKBP Rachmat Muchamad Salihi menyampaikan kalau pihaknyaterus berupaya maksimal bersama tim gabungan untuk menemukan korban yang masih hilang.
"Kami mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar proses pencarian berjalan lancar dan korban dapat segera ditemukan," ujarnya.
Operasi SAR Kapal Tenggelam Di Labuan Bajo Berakhir, Upaya Kemanusiaan Tetap Berjalan
Nelayan di Flores Timur-NTT Dilaporkan Hilang Saat Memancing
Pencarian Korban Kapal Tenggelam di Labuan Bajo Resmi Ditutup
Hari Terakhir Pencarian Korban Kapal Tenggelam, TIM SAR Gabungan Gelar Doa Bersama di Lokasi Kecelakaan Laut
Pencarian Hari Ke-14 Korban Kapal Tenggelam di Labuan Bajo Masih Nihil