Selasa, 10 Februari 2026

10 Kura-kura di Rote Ndao-NTT Dilepaskan Ke Habitat Alami

Imanuel Lodja - Sabtu, 10 Mei 2025 10:32 WIB
10 Kura-kura di Rote Ndao-NTT Dilepaskan Ke Habitat Alami
ist
10 Kura-kura Di Rote Ndao-NTT Dilepaskan Ke Habitat Alami

digtara.com - Upaya melestarikan kura-kura rote (Chelodina mccordi) terus dilakukan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca Juga:

Bersama Pemda Rote Ndao, Wildlife Conservation Society-Indonesia Program (WCS-IP), Mandai Nature dan kelompok masyarakat, BBKSDA NTT melakukan kegiatan konservasi di Pulau Rote, Kabupaten Rote Ndao, NTT.

Konservasi meliputi peninjauan program konservasi, pelepasan kura-kura rote ke habitat alami, serta penguatan peran masyarakat dalam pelestarian spesies endemik yang terancam punah ini.

Tim Mandai Nature yang terdiri dari enam orang, didampingi tiga perwakilan WCS-IP, melakukan kunjungan selama empat hari (7–10 Mei 2025).

Di hari pertama, tim meninjau pengelolaan kura-kura Rote di Instalasi Karantina Hewan (IKH) yang berada di bawah Unit Perlindungan Satwa (UPS) BBKSDA NTT.

Diskusi intensif dengan staf BBKSDA NTT dan WCS-IP membahas upaya pengelolaan dan perlindungan kura-kura rote.

Pada hari kedua, tim melakukan peninjauan ke habitat alami kura-kura rote di Danau Lendeoen dan Danau Ledulu, Pulau Rote.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoy D. Dethan, anggota DPRD Provinsi NTT, anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao, serta perangkat daerah setempat.

Sebanyak 10 ekor kura-kura rote (8 jantan dan 2 betina) yang telah melalui seleksi kesehatan dan kesiapan individu, berhasil dilepaskan (soft release) ke kedua danau tersebut masing-masing 5 ekor.

Wakil Bupati Rote Ndao menyampaikan apresiasi atas upaya konservasi ini.

Wakil bupati menekankan pentingnya peran aktif masyarakat melalui kelompok kerja kolaboratif yang telah dibentuk oleh BBKSDA NTT dan WCS-IP.

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao juga berkomitmen untuk mengembangkan potensi wisata di Danau Lendeoen dan Danau Ledulu, sekaligus memulihkan danau-danau lain sebagai habitat kura-kura rote.

Selain pelepasan, tim juga terlibat dalam aktivitas rutin monitoring kura-kura rote, seperti pengukuran kualitas air, pengukuran fisik kura-kura, eradikasi musuh alami, serta patroli sekitar danau.

Kegiatan ini melibatkan BBKSDA NTT, WCS-IP, dan kelompok masyarakat (Kelompok Papadak).

Kegiatan ini menandai langkah penting dalam upaya penyelamatan kura-kura rote, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, lembaga konservasi, dan masyarakat.

Dengan sinergi ini, diharapkan kura-kura rote dapat kembali berkembang biak secara alami di habitat aslinya serta memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya melindungi satwa endemik dari ancaman perburuan, perdagangan ilegal, dan kerusakan habitat.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Kapolda NTT Bantu Perahu Sampan Untuk Transportasi Siswa di Rote Ndao

Kapolda NTT Bantu Perahu Sampan Untuk Transportasi Siswa di Rote Ndao

Pria di Rote Ndao Hilang Saat Memancing, Ditemukan Sudah Meninggal Dunia

Pria di Rote Ndao Hilang Saat Memancing, Ditemukan Sudah Meninggal Dunia

Bahagianya Siswa Sekolah Dasar di Rote Ndao Dapat Bantuan Sekolah dari Polres Rote Ndao

Bahagianya Siswa Sekolah Dasar di Rote Ndao Dapat Bantuan Sekolah dari Polres Rote Ndao

Warga Lapor Kehilangan Sepeda Motor, Ternyata Diambil ODGJ dan Disembunyikan di Semak-semak

Warga Lapor Kehilangan Sepeda Motor, Ternyata Diambil ODGJ dan Disembunyikan di Semak-semak

Konflik Batas Negara dan Takut Dibunuh Jadi Alasan WNA Uganda Kabur ke Australia Melalui Rote Ndao

Konflik Batas Negara dan Takut Dibunuh Jadi Alasan WNA Uganda Kabur ke Australia Melalui Rote Ndao

Video Perkelahian Pelajar SMA di Rote Ndao Viral, Polisi Bina Belasan Siswa Yang Terlibat

Video Perkelahian Pelajar SMA di Rote Ndao Viral, Polisi Bina Belasan Siswa Yang Terlibat

Komentar
Berita Terbaru