Paus Raksasa Ditemukan Mati di Perairan Fatuleu Barat-Kupang

Baca Juga:
Bangkai paus berukuran besar tersebut ditemukan masih utuh oleh seorang nelayan setempat, Def Fanggidae bersama rekan-rekannya kepada Bhabinkamtibmas Desa Poto, Aipda Stefenson Radjah.
Aipda Stefenson segera berkoordinasi dengan Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang, nelayan setempat, serta unsur pemerintah desa dan kecamatan untuk penanganan lebih lanjut terhadap bangkai mamalia laut tersebut.
Hingga Senin petang, bangkai ikan paus masih berada di lokasi perairan Barate dan belum dievakuasi.
Pihak berwenang masih menunggu penanganan lanjutan dari instansi terkait.
"Perlu adanya koordinasi intensif dengan dinas teknis mengingat bangkai ikan paus berpotensi menimbulkan dampak lingkungan bagi masyarakat pesisir sekitar," ujar Kapolsek Fatuleu, Iptu Markus Tameno pada Senin petang.
Penyebab kematian paus tersebut belum diketahui dan masih dalam penyelidikan.
Keterlambatan pelaporan awal kepada pihak berwenang juga disebabkan oleh kendala jaringan internet di wilayah Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang serta faktor geografis yang cukup sulit dijangkau.
Pihak kepolisian bersama pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar tidak mendekati bangkai paus dan tetap menunggu arahan dari petugas guna menghindari risiko kesehatan maupun gangguan ekosistem setempat.

Warga Kota Kupang Diancam Gara-gara Bunyi Musik Hingga Larut Malam, Polisi Tempuh Problem Solving

Warga Tiga Kelurahan di Kota Kupang Segera Punya Sumber Air Bersih Bantuan Kapolda NTT

Siswi SMP di Kupang Diduga Diperkosa dan Disekap di Asrama Mahasiswa, Pelaku Mahasiswa Diamankan Polisi

Kapolsek Kota Lama Bahas Kamtibmas Saat Silaturahmi Dengan Pimpinan Perusahaan dan Hotel di Kota Kupang

Dua Anggota DPRD Kabupaten Kupang Jadi Tersangka Kasus Pengeroyokan
