Cegah Penyebaran Virus dan Penyakit, Bangkai Dugong Dikuburkan
digtara.com - Dugong yang ditemukan mati di pantai wisata Panmuti, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, NTT dikuburkan pada Sabtu (8/2/2025) petang.
Baca Juga:
Langkah ini diambil setelah Balai Besar KSDA NTT berkordinasi dengan BKKPN Kupang, BPSPL Denpasar, Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan Undana serta masyarakat di sekitar lokasi penemuan bangkai Dugong.
Petugas awalnya berencana untuk melakukan nekropsi dan pengambilan organ dalam untuk uji laboratorium guna mengetahui penyebab kematian.
Namun mengingat bangkai Dugong sudah dalam keadaan membusuk maka proses tersebut tidak dapat dilakukan.
"Diperkirakan Dugong telah mati sehari sebelumnya lebih dari 24 jam," ujar Kepala Balai Besar KSDA NTT, Arief Mahmud pada Sabtu (8/2/2025) malam.
Penguburan bangkai dugong dilakukan untuk menghindari penyebaran penyakit.
Penguburan dilakukan di area pesisir Oebelo dengan jarak sekitar 100 meter dari lokasi temuan pada koordinat 10° 6' 6,15467"S 123° 43' 25,74365.
Arief Mahmud menyebutkan bahwa penguburan ini merupakan langkah standar terhadap bangkai satwa yang terdampar apabila ditemukan sudah dalam keadaan mati maupun membusuk.
"Mengingat satwa liar dapat menjadi sumber penularan virus maupun bakteri yang berbahaya bagi manusia apalagi satwa liar sudah mati dan membusuk," urainya.
Evakuasi dan penguburan dilakukan bersama masyarakat desa Tanah Merah serta Kelompok Tani Hutan (KTH) Dalek Esa binaan Balai Besar KSDA Nusa Tenggara Timur.
Dugong ini terdampar dalam keadaan mati di Pantai Panmuti namun karena laut dalam keadaan pasang dan ombak besar bangkai dugong tersebut dibawa arus ke Pantai Oebelo Kecil.
Setelah pencarian dan berkordinasi dengan masyarakat KTH Dalek Esa di Desa Tanah Merah Kecamatan Kupang Tengah, bangkai Dugong ditemukan dalam keadaan mati di di Oebelo, kawasan TWAL Teluk Kupang pada koordinat 10° 6' 7,1245"S 123° 43' 22,539" E.
Bangkai Dugong ditemukan dalam keadaan telah membengkak, sebagian besar kulit terkelupas dan berwarna kemerahan, terdapat pembusukan parah pada bagian anus, sebagian organ dalam berupa usus terburai keluar.
Dugong atau sering disebut Duyung yang memiliki nama latin Dugong dugon merupakan salah satu jenis mamalia laut.
Hilang Saat Cari Ikan, Penyandang Disabilitas di Kupang Ditemukan Meninggal di Pinggir Pantai
Pemkot Kupang Sidak Pangkalan Minyak Tanah Dan Tegur Pedagang 'Nakal'
Hendak ke Malaysia, Lima Calon PMI Non Prosedural Diamankan Tim Zero Ditres PPA dan PPO Polda NTT
Dibangun Sejak Januari 2026, Polres Kupang Kini Punya Ruangan Pelayanan PPA dan PPO
Salah Paham Berujung Kekerasan Fisik, Warga di Kupang Pilih Berdamai