Sabtu, 30 Agustus 2025

Ungkap Kematian Remaja Perempuan yang Diduga Korban Kekerasan Seksual, Polisi Olah TKP di Sejumlah Lokasi dan Periksa Beberapa Saksi

Imanuel Lodja - Kamis, 30 Januari 2025 16:00 WIB
Ungkap Kematian Remaja Perempuan yang Diduga Korban Kekerasan Seksual, Polisi Olah TKP di Sejumlah Lokasi dan Periksa Beberapa Saksi
ist
Ungkap Kematian Remaja Perempuan yang Diduga Korban Kekerasan Seksual, Polisi Olah TKP di Sejumlah Lokasi dan Periksa Beberapa Saksi

digtara.com - Penyidik Polres Sumba Barat berupaya mengungkap pelaku serta motif di balik kejadian yang mengarah pada dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak.

Baca Juga:

Masyarakat pun diimbau untuk bersabar dan memberikan informasi yang dapat membantu proses penyelidikan.

AUL (13), remaja di Desa Dewa Tana, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah, NTT ditemukan pingsan di dekat tiang listrik di pinggir jalan raya lintas Pondok - Kapalas, Kabupaten Sumba Tengah akhir pekan lalu.

Korban sempat dibawa ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Waibakul, Kabupaten Sumba Tengah untuk mendapatkan perawatan medis.

Saat itu korban ditemukan oleh Petrus Pati Ngedo alias Bapa Auri (44) dan dibawa dengan mobil pick up ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Saat itu kerabat korban awalnya menduga kalau korban terkena sambaran petir saat berada di lokasi korban ditemukan.

Pihak RSUD Waibakul, Kabupaten Sumba Tengah sempati melakukan perawatan medis dan korban diminta opname di RSUD Waibakul.

Namun korban dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (26/1/2025) setelah sempat menjalani perawatan medis.

Kapolres Sumba Barat, AKBP Hendra Dorizen melalui Kasat Reskrim Polres Sumba Barat, Iptu Gede Santoso menyebutkan kalau korban AUL ditemukan dalam kondisi lemas di pinggir jalan Kampung Manu Paiwo, Desa Dewa Tana, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah, pada Sabtu, 25 Januari 2025.

"Korban awalnya ditemukan oleh saksi PPN yang kemudian berusaha memberikan pertolongan. Korban sempat dilarikan ke RSUD Waibakul untuk mendapatkan perawatan, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada keesokan harinya," ujar Kasat pada Kamis (30/1/2025).

Menurut keterangan saksi, sebelum ditemukan tergeletak, korban bermain di rumah PPN bersama anaknya, korban sempat meminjam handphone milik saksi yang sedang diisi daya di rumah RRK.

Korban mengambil handphone tersebut ke rumah RRK. Ketika korban tak kunjung kembali, saksi berinisiatif mencari dan memanggilnya di sekitar rumah RRK, namun tidak mendapat respons.

Saksi lalu kembali bertanya kepada anaknya, anaknya menyampaikan bahwa korban belum pulang. Saksi pun kembali mencari korban, saksi akhirnya menemukan korban dalam kondisi lemas di pinggir jalan dan segera membawanya ke rumah untuk meminta pertolongan dan segera membawa korban ke RSUD Waibakul.

Pada awalnya, saksi menduga bahwa korban tersambar petir. Namun, hasil pemeriksaan medis oleh dokter di RSUD Waibakul menemukan adanya tanda-tanda kekerasan di beberapa bagian tubuh korban, termasuk di area vital. Temuan tersebut segera dilaporkan ke Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Sumba Tengah karena dianggap mencurigakan.

Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Urban Katikutana dan tercatat dalam laporan polisi nomor LP/B/4/2025/SPKT/SEK KTN/Polres Sumba Barat/Polda NTT, tanggal 26 Januari 2025.

Senin, 27 Januari 2025, tim identifikasi dan unit PPA Sat Reskrim Polres Sumba Barat bersama dokter RSUD Waibakul melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di tiga lokasi berbeda.

Polisi juga melakukan visum terhadap jenazah di rumah korban. Sejumlah saksi juga telah diperiksa untuk mengungkap kronologi kejadian yang sebenarnya.

Hingga kini, penyidik masih terus mendalami kasus ini dan belum menetapkan tersangka.

Korban AUL diduga merupakan korban kekerasan seksual di Kampung Manupeu, Desa Dewa Tana, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah.

Petrus Pati Ngedo, kerabat korban yang pertama kali menemukan korban mengaku kalau pada Sabtu (25/1/2025) siang, korban meminjam handphone milik Petrus untuk nonton.

Namun karena handphone sedang di cas di rumah Ruben Ruwa Kaleka yang berjarak sekitar 300 meter dari rumah Petrus maka korban pun ke rumah Ruben untuk mengambil handphone tersebut.

Hingga dua jam kemudian korban belum juga kembali ke rumah. Petrus pun menyusul korban ke rumah Ruben dan melalui jalan pintas.

Namun saat tiba di rumah Ruben, Petrus tidak menemukan korban termasuk handphone milik Petrus sudah tidak ada lagi di rumah Ruben.

Petrus kemudian kembali ke rumahnya dan melalui jalan pintas tersebut. Saat tiba di rumah, korban pun belum juga pulang.

Petrus kemudian menanyakan keberadaan korban kepada anaknya ADP dan adik kandung korban Anas Ubu Laga. namun mereka mengaku kalau korban belum kembali sejak siang hari.

Petrus memilih mencari korban hingga ke kebun. Saat melintasi jalan ke kebun, Petrus menemukan korban dalam keadaan pingsan di dekat tiang listrik di pinggir jalan raya yang berjarak sekitar 200 meter dari rumah Petrus.

Petrus mengevakuasi dan membawa korban ke rumahnya dan meminta tolong kepada Darius serta tetangga guna membawa korban ke RSUD Waibakul, Kabupaten Sumba Tengah.

Pemeriksaan luar yang dilakukan dr Nina RS selaku dokter jaga di RSUD Waibakul menemukan sejumlah fakta.

Saat dilakukan pemeriksaan di dalam mulut korban terdapat banyak makanan nasi dan jagung.

Korban diduga kuat merupakan korban kekerasan seksual karena ditemukan sejumlah luka di beberapa bagian tubuh korban.

Pihak kepolisian dari Polsek Katikutana kemudian ke rumah duka guna mengidentifikasi dan meminta keterangan dari sejumlah pihak.

Polisi juga meminta keterangan dari orang tua korban ANUL (48) dan WRL (37) yang merupakan warga kampung Manupeu, Desa Dewa Tana, Kecamatan Umbu Ratu Nggay, Kabupaten Sumba Tengah.

Polisi juga minta kepada keluarga korban untuk melaporkan kasus kematian korban yang diduga karena aksi kekerasan kepada aparat kepolisian.

Kapolres Sumba Barat, AKBP Hendra Dorizen yang dikonfirmasi pada Selasa (28/1/2025) membenarkan kejadian ini.

"Benar, ada penemuan dan kasus ini kami selidiki," ujar Kapolres Sumba Barat.

Pihak kepolisian menghimbau kepada keluarga korban menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat pasca kejadian ini dan mempercayakan penanganan selanjutnya ke pihak kepolisian.

Keluarga juga diimbau proaktif menyampaikan informasi terkait dengan kematian korban sehingga memudahkan aparat kepolisian dalam penanganan perkara ini.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Bhabinkamtibmas di Sumba Barat Bagi Buku Bagi Anak Sekolah

Bhabinkamtibmas di Sumba Barat Bagi Buku Bagi Anak Sekolah

Kapolres Sumba Barat-Danyon Brimob Batalyon C Pelopor Jamin Keamanan Warga di Sumba Barat Dan Sumba Tengah

Kapolres Sumba Barat-Danyon Brimob Batalyon C Pelopor Jamin Keamanan Warga di Sumba Barat Dan Sumba Tengah

PMKRI Cabang Waingapu Silaturahmi dengan Kapolres Sumba Barat

PMKRI Cabang Waingapu Silaturahmi dengan Kapolres Sumba Barat

Bangun Gereja Oikumene, Polres Sumba Barat Daya Dapat Sumbangan dari Pemerintah Daerah

Bangun Gereja Oikumene, Polres Sumba Barat Daya Dapat Sumbangan dari Pemerintah Daerah

Rumah Warga di Sumba Barat Terbakar Saat Ditinggalkan Pemilik, Bhabinkamtibmas Turun Tangan

Rumah Warga di Sumba Barat Terbakar Saat Ditinggalkan Pemilik, Bhabinkamtibmas Turun Tangan

Antusias Tinggi, Warga Sumba Barat Serbu Stand Beras Murah Polres Sumba Barat

Antusias Tinggi, Warga Sumba Barat Serbu Stand Beras Murah Polres Sumba Barat

Komentar
Berita Terbaru