Pegawai Bank di Kabupaten Lembata-NTT Diduga Dicabuli Atasannya
digtara.com - MKD (23), seorang pegawai sebuah Bank di Lewoleba, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga dicabuli atasannya pada Senin (18/11/2024) malam sekitar pukul 20.21 wita.
Baca Juga:
Korban yang juga warga Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur ini diduga dicabuli atasannya, ATA (48) yang kepala salahsatu Bank BUMN di Lewoleba.
Pencabulan diduga terjadi di ruang customer service (CS) pada bank tersebut di Kelurahan Lewoleba, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata.
Laporan kasus pencabulan dan pelecehan ini tertuang dalam laporan polisi nomor LP/B/141/XI/SPKT/Res Lembata/Polda NTT, tanggal 18 November 2024.
Kasat Reskrim Polres Lembata, Iptu Donatus Sare yang dikonfirmasi pada Rabu (20/11/2024) membenarkan kejadian ini dan mengaku sudah menangani laporan tersebut.
Kasat mengatakan pencabulan terjadi saat MKD memberikan slip penarikan kepada ATA. Namun, ATA saat itu hanya duduk diam di ruang CS.
"Terlapor (ATA) langsung mengayunkan tangan kirinya ke arah korban sehingga mengenai alat vital korban," ujar Iptu Donatus Sare.
Pasca menerima laporan pada Selasa (19/11/2024), penyidik Satreskrim Polres Lembata langsung meminta keterangan korban dan membuat undangan klarifikasi untuk para saksi dan terlapor.
Kasat menyebutkan kalau penyidik Satreskrim Polres Lembata akan melakukan penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana kekerasan seksual tersebut.
Penyidik unit IV/PPA Sat Reskrim Polres Lembata akan meminta hasil rekaman closed-circuit television (CCTV) di Kantor BRI Unit Lewoleba.
"Pemeriksaan sementara berlangsung," jelas mantan Kasat Reskrim Polres Sumba Barat ini.
DPO Polres Sabu Raijua Yang Ditangkap di Sumba Timur Berulang Kali Cabuli Keponakan Hingga Hamil
Pekerja Migran Asal NTT di Luar Negeri Capai Ribuan Orang
Periksa 19 Saksi dan Tiga Saksi Ahli, Polda NTT Segera Tuntaskan Kasus Kematian Lucky Sanu dan Delfi Foes
Warga Demo Soal Perilaku Pengunjung TN Mutis, BBKSDA NTT Beri Sejumlah Penjelasan
Rumah Terbakar di Sumba Barat Daya, Satu Warga Dianiaya dengan Parang