Kamis, 18 April 2024

Seorang Anak di Kabupaten TTS kembali Jadi Korban Serangan Anjing Rabies

Imanuel Lodja - Senin, 04 Maret 2024 10:06 WIB
Seorang Anak di Kabupaten TTS kembali Jadi Korban Serangan Anjing Rabies
net
Ilustrasi.

digtara.com - Seorang anak di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT kembali menjadi korban gigitan anjing rabies.

Baca Juga:

Korban IS (12) merupakan warga Desa Taiftob, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten TTS. Ia meninggal usai digigit anjing beberapa waktu lalu.

Bocah laki-laki itu digigit anjing pada Selasa 6 Februari sekitar pukul 15.00 Wita. Saat itu korban sedang berada di rumah kebun bersama kakak, ayah serta ibunya, di Desa Kuale'u, Kecamatan Mollo Tengah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTS, dr. Ria Tahun yang dikonfirmasi, Senin (4/3/2024) menjelaskan, korban baru pulang menjenguk pamannya yang sedang sakit di Desa Kualeu.

Saat tiba di halaman rumah kebun, korban melihat seekor anjing liar sedang menerkam leher anak anjing peliharaan mereka.

Korban berusaha melerai agar anak anjing yang mereka pelihara tidak tewas.

Namun tiba-tiba anjing liar itu menggigit korban tepat di pipi kiri yang menyebabkan tiga luka dalam.

Korban yang terluka menghampiri sang ibu sambil menangis. Ibunya mengambil minyak gosok, lalu mengoleskan pada luka bekas gigitan anjing liar tersebut
"Ibu korban menghapus darah pada pipi korban dan mengolesi luka dengan minyak nona mas, tanpa melakukan tata laksana cuci luka," ungkap dokter Ria Tahun.

Menurutnya, sering dioles minyak gosok, luka bekas gigitan kemudian sembuh dalam jangka waktu satu minggu. Sejak tanggal 6 hingga 18 Februari, korban tidak merasakan gejala apa pun dan beraktifitas seperti biasa.

Namun pada Senin 19 Februari, korban mengeluh sakit kepala, demam dan muntah, namun tetap mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah.

Pada hari Selasa 20 Februari, korban masih merasakan gejala yang sama dan memilih untuk tidak mengikuti kegiatan KBM di sekolah.

Pada Rabu 21 Februari hingga 24 Februari, korban masih merasakan gejala yang sama tapi kembali beraktifitas seperti biasa, namun nafsu makan korban mulai berkurang.

Minggu 25 Februari, korban mulai mengalami gejala khas rabies yaitu gelisa, takut angin, takut api, takut cahaya, takut asap, takut air serta tidak lagi mau makan dan minum.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Dua Tahanan Kabur dari Sel Polsek Katikutana-Sumba Barat

Dua Tahanan Kabur dari Sel Polsek Katikutana-Sumba Barat

Tinggalkan Sepucuk Surat, Mantan Ketua RW di Kelurahan Kelapa Lima-Kupang Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

Tinggalkan Sepucuk Surat, Mantan Ketua RW di Kelurahan Kelapa Lima-Kupang Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

Polisi Tunggu Hasil Pemeriksaan Kejiwaan Pria yang Bunuh Ibu Kandungnya

Polisi Tunggu Hasil Pemeriksaan Kejiwaan Pria yang Bunuh Ibu Kandungnya

Kapolda NTT Halal Bihalal Bersama Anggota

Kapolda NTT Halal Bihalal Bersama Anggota

Dimarahi Orang Tua, Seorang Gadis di Kupang-NTT Nekat Bunuh Diri Minum Obat Rumput

Dimarahi Orang Tua, Seorang Gadis di Kupang-NTT Nekat Bunuh Diri Minum Obat Rumput

ODGJ di Kupang Timur Bakar Rumah Adik Kandungnya

ODGJ di Kupang Timur Bakar Rumah Adik Kandungnya

Komentar
Berita Terbaru