Jumat, 23 Februari 2024

Politisi Gerindra Asal NTT Dukung Penuh Pemberian Gelar Pahlawan Nasional untuk Raja Sobe Sonbai III

Imanuel Lodja - Sabtu, 10 Februari 2024 20:36 WIB
Politisi Gerindra Asal NTT Dukung Penuh Pemberian Gelar Pahlawan Nasional untuk Raja Sobe Sonbai III
istimewa
Politisi Gerindra Asal NTT Dukung Penuh Pemberian Gelar Pahlawan Nasional untuk Raja Sobe Sonbai III
digtara.com -Perjuangan kemerdekaan tidak lepas dari perjuangan para pendahulu yang merupakan pahlawan.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya. Perjuangan para pendahulu pun tidak bisa dianggap remeh karena dari perjuangan para pendahulu lah, generasi masa kini bisa merasakan kemerdekaan.

Baca Juga:

Masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) juga memiliki sejumlah pendahulu yang sangat berjasa untuk kemerdekaan RI saat melawan penjajah.

Raja Sonbai III merupakan salah satu tokoh penting dari provinsi NTT dalam merebut kemerdekaan RI.

Dari sejumlah sumber yang diperoleh menyebutkan kalau hingga akhir hidupnya, Raja Sonbai III yang dikenal sangat gigih dan pantang menyerah tidak pernah tunduk pada pemerintahan Belanda saat menjadi penjajah bagi Indonesia.

Raja Sonbai III pun diusulkan mendapatkan gelar pahlawan nasional. Dukungan penuh datang dari politisi Partai Gerindra asal NTT, Anita Nidya Mahenu.

Anita Nidya Mahenu yang saat ini merupakan calon anggota DPR RI dari Dapil NTT II mengatakan, Sobe Sonbai III adalah seorang raja Timor yang sangat berpengaruh.

Raja Sonbai III berkedudukan sebagai Kaisar di Kerajaan Oenam dengan ibukota Kauniki di kecamatan Fatuleu sekarang.

Hingga akhir hayatnya Raja Sobe Sonbai III tidak pernah menandatangani perjanjian takluk kepada Pemerintah Kolonial Hindia Belanda.

Anita yang saat ini tinggal di Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat mengisahkan soal kepahlawanan Raja Sonbai III dan perjuangan masyarakat NTT selama masa penjajahan Belanda merupakan sejarah yang sangat panjang, berlangsung hingga tiga generasi.

"Prinsip dan tekad raja Sonbai III sangat kuat untuk melindungi masyarakat Timor dari tekanan dan ancaman Belanda," ujar Anita, Sabtu (10/2/2024) malam.

Dengan berbagai cara, Belanda akhirnya menangkap Raja Sonbai III.

Saat itu, Belanda mengirimkan tentaranya guna menaklukkan Raja Sonbai III hingga adanya pertempuran hebat di Benteng Fatusiki.

Raja Sonbai III kemudian diasingkan ke Pulau Sumba. Walaupun diasingkan hingga ke luar pulau, Raja Sonbai III tidak pernah mau menyerah kepada Belanda.

"Saat perang mempertahankan benteng Fatusiki, Belanda menggunakan senjata modern dan memenangkan peperangan," ujar Anita yang maju dari Dapil wilayah Timor, Sumba, Rote Ndao dan Sabu Raijua.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Kades di Rote Ndao Jadi Korban Penganiayaan, Namun Juga Jadi Terlapor Kasus yang Berbeda

Kades di Rote Ndao Jadi Korban Penganiayaan, Namun Juga Jadi Terlapor Kasus yang Berbeda

Sejumlah Kios dalam Pasar Inpres Soe-TTS Terbakar

Sejumlah Kios dalam Pasar Inpres Soe-TTS Terbakar

Derita Siswi SD di Sumba Timur: Disetubuhi Ayah dan Anak hingga Hamil, Dipaksa Istri Pelaku Gugurkan Janin

Derita Siswi SD di Sumba Timur: Disetubuhi Ayah dan Anak hingga Hamil, Dipaksa Istri Pelaku Gugurkan Janin

Dua Tahun Siswi SMA di Manggarai Timur Jadi Budak Seks Ayah Kandung

Dua Tahun Siswi SMA di Manggarai Timur Jadi Budak Seks Ayah Kandung

Karoops Polda NTT Apresiasi Personel BKO Polres Jajaran dalam Pelayanan Terbaik

Karoops Polda NTT Apresiasi Personel BKO Polres Jajaran dalam Pelayanan Terbaik

Selisih Paham Usai Mabuk Miras, Pria di Kabupaten TTS Tikam Rekannya hingga Tewas

Selisih Paham Usai Mabuk Miras, Pria di Kabupaten TTS Tikam Rekannya hingga Tewas

Komentar
Berita Terbaru