Kelainan Jantung, Bayi di Sidimpuan Butuh Uluran Tangan untuk di Rujuk Ke Jakarta
digtara.com – Bocah pengidap penyakit Kelainan Jantung, asal Perumnas Pijorkoling, Kelurahan Pijorkoling, Kec. Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, terus merintih kesakitan akibat penyakit yang di deritanya, Senin(27/12/2021). Bayi Butuh Uluran TanganĂ‚Â
Baca Juga:
- Usai Bagikan Bantuan di Sidakkal, PMI Padangsidimpuan Bagikan Paket Sembako Daerah Sabungan Sipabangun
- Hajab! Dugaan Bagi-Bagi Dana Desa di Sidimpuan ke Rekening Pribadi Dari Proyek Website
- Irigasi DI Ujung Gurap Diterjang Banjir, Anggota DPRD Ipong Dalimunthe Bersama Pemko dan UPTD Lakukan Peninjauan Langsung
Rasa pilu dan sedih terus dirasakan oleh pasangan Eni Fauziah (30) dan Khairul Huda (32). Bagaimana tidak, semenjak bulan Oktober lalu, buah hati mereka di vonis dokter sedang menderita penyakit kelaian jantung.
Dikatakan Eni Fauziah, orangtua Fauzan bocah berusia 8 bulan tersebut tidak pernah berhenti masuk ruangan ICU. Karena anaknya sering mengalami batuk dan muntah, badannya lemas sampai membiru karena kelainan jantung.
Baca: Haykal, Bayi Mungil Asal Langkat Penderita Jantung Bocor Butuh Bantuan Dermawan
“Dari bulan Oktober lalu, sudah sering keluar masuk RS, bulan lalu kami bawa Fauzan berobat ke RS Murni Teguh. Namun, kata Dr Jantung Anak, bahwa Fauzan hampir lewat ketika dikateterisasi di ruangan ICU selama 6 hari,” tuturnya melalui telepon seluler.
Kemudian, Eni Fauziah menceritakan bahwa Putranya tersebut di sarankan oleh dokter untuk di Rujuk ke Jakarta agar dilakukan operasi penyembuhan penyakit kelaian jantung. Sedangkan Khairul Huda, ayah dari Fauzan juga sedang mengalami sakit TB Paru.
“Waktu di medan, dokter sarankan kepada saya agar Fauzan di Rujuk ke Jakarta untuk di operasi makanya demi kesembuhannya kami berangkat walaupun dengan keadaan ekonomi yang benar-benar seadanya,” ujarnya.
Baca: Bantulah Samuel, Balita yang Menderita Jantung Bocor di Manggarai Barat
Hingga kini, ayah Fauzan sudah beberapa bulan cuti bekerja karena sedang sakit parah dan Ibunya Eni Fauziah hanya bekerja sebagai tenaga honorer di IAIN Padangsidimpuan.
“Saya berjuang sendirian untuk kesembuhan anak dan suami. Fauzan adalah anak yang pintar, perkembangan berat badannya pun bagus. Itu sebab nya pasien lain tidak percaya jika Fauzan mengidap kelainan jantung. Karena Fauzan juga bayi yang sangat aktif,” ujarnya.
Eni berharap agar Fauzan bisa berjuang melawan penyakit jantung untuk keberlangsungan hidupnya. Saat ini, seluruh keluarga besar Fauzan sudah berjuang mengumpulkan dana. Namun, akibat keterbatasan penghasilan kedua orangtuanya yang hanya 1-2 perbulannya belum cukup untuk biaya pengobatan Fauzan.
“Biaya yang dibutuhkan untuk operasi Fauzan berkisar 100 juta, belum lagi pasca operasi nanti, obat-obatan hingga transfortasi,” ucap Eni dengan nada pilu.
Kelainan Jantung, Bayi di Sidimpuan Butuh Uluran Tangan untuk di Rujuk Ke Jakarta
Usai Bagikan Bantuan di Sidakkal, PMI Padangsidimpuan Bagikan Paket Sembako Daerah Sabungan Sipabangun
Hajab! Dugaan Bagi-Bagi Dana Desa di Sidimpuan ke Rekening Pribadi Dari Proyek Website
Irigasi DI Ujung Gurap Diterjang Banjir, Anggota DPRD Ipong Dalimunthe Bersama Pemko dan UPTD Lakukan Peninjauan Langsung
Jaga Stabilitas di Daerah, Pemko Sidimpuan Sebar 6 Ton Beras SPHP di Seluruh Kecamatan Lewat GPM
Warga Protes, Pemko Sidimpuan Tak Gelar Perayaan Pawai 17 Agustus