Aborsi dan Tanam Orok Bayi 6 Bulan di Depan Kos, Pria Asal Berandan dan Kekasihnya Dibekuk Polisi

Rabu, 25 Mei 2022 17:59
ist
Sepasang kekasih dan orok yang dibuang

digtara.com – RR (22) pria asal Pangkalanberandan, Langkat, harus mendekam di sel Polsek Percut Sei Tuan Polrestabes Medan. Ia bersama kekasihnya diciduk karena melakukan aborsi dan menanam orok bayi 6 bulan.

Hal itu terungkap apda keterangan pers Kapolsek Percut Sei tuan Kompol Agustiawan Sik didampingi Kanit Reskrim Iptu Bambang Nurmiono SH.MH dan Kasi Humas Aiptu Basrah pada Rabu (25/05/2022) siang.

“Sepasang kekasih inisial R dan N yang melakukan aborsi kita amankan pada hari Sabtu (20/05/2022) di Gang Tawon 2 Dusun XVII Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan,” terang Kapolsek.

Diketahui RR alias Rony merupakan warga Pekan Gebang Pangkalanbrandan Kabupaten Langkat.

Ia bekerja sebagai security di Klinik Atlantis MMTC dan ngekos di Gang Tawon 2 Dusun 7, Desa Sampali Kecamatan Percut Sei tuan.

Sementara kekasihnya N (20) warga Gang Tawon 2 .

Terungkapnya kasus aborsi ini, jelas Kompol Agustiawan, berawal dari laporan masyarakat pada hari Sabtu (21/05/2022) sekira pukul 13.00 Wib.

Selanjutnya petugas dipimpin Kanit reskrim Iptu Bambang Nurmiono SH MH, mendatangi TKP.

“Setelah memastikan kejadian tersebut, kami langsung mengamankan tersangka R,” jelas Kapolsek.

Usai mengamankan R, petugas melakukan pengembangan dan menemukan janin bayi yang sudah dikubur di depan rumah kost Rony Rivaldi.

Orok bayi tersebut kemudian dibawa ke ke RS Bhayangkara untuk diautopsi.

Petugas selanjutnya menjemput kekasih R yang dirawat di RS Imelda dan selanjutnya membantarkan tersangka ( Ibu sang orok bayi) ke RS Bhayangkara.

Kapolsek menjelaskan, motif sepasang kekasih itu melakukan aborsi karena malu.

Diketahui, keduanya sudah 2 tahun menjalin hubungan pacaran dan telah melakukan hubungan badan lebih dari 10 kali, hingga N hamil 6 bulan.

Laman: 1 2

Berita Terkait